Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Prank Berujung Apes

Adetio Purtama • Rabu, 3 April 2024 | 10:12 WIB

(REZA FEBRINO)
(REZA FEBRINO)
PADEK.JAWAPOS.COM--Doni (bukan nama sebenarnya), YouTuber terkenal dengan konten pranknya, harus merasakan pengalaman pahit saat aksinya berujung apes. Berniat menghibur dengan berpura-pura menjadi orang gila di tengah kota, Doni malah ditangkap oleh warga dan diinterogasi berjam-jam. Bagaimana ceritanya?

Dikenal sebagai raja prank di kalangan teman-temannya, Doni ingin membuat konten YouTube terbaru yang lebih ekstrem. Dengan kostum lusuh dan dandanan ala orang terlantar, ia berjalan dengan tatapan kosong dan ocehan tak jelas di jalanan yang ramai.

Awalnya, aksinya menarik perhatian orang-orang. Beberapa meliriknya dengan tatapan aneh, berbisik-bisik, dan menjauh. Doni semakin bersemangat, berguling-guling di tanah dan menabrakkan diri ke tembok, membuat suasana semakin panik.

Namun, aksinya tak berhenti di situ. Doni mulai mengganggu beberapa orang pengunjung kafe, mengagetkan mereka dengan teriakan dan gerakan aneh. Tak disangka, salah seorang pemuda yang melihatnya dari kejauhan langsung mendekatinya dengan langkah tegas.

“Hei, kamu! Apa yang kamu lakukan?” tanya pemuda itu dengan suara keras.

Doni yang masih terbawa suasana prank, pura-pura tidak mendengar dan terus bergumam omong kosong. Sang pemuda semakin kesal dan menarik tangan Doni dengan paksa. “Diam kamu! Saya tanya, kamu ngapain di sini?” bentaknya dengan nada keras.

Doni yang mulai panik, berusaha melepaskan diri dari cengkeraman sang pemuda. “Pak, saya cuma nge-prank, pak. Ini buat konten YouTube saya,” Doni menjelaskan dengan terbata-bata.

Namun, si pemuda tak percaya dengan penjelasan Doni. Ia menuduh Doni sebagai gelandangan yang meresahkan warga dan membawanya ke kantor pemuda setempat.

Di kantor itu, Doni diinterogasi oleh beberapa warga. Ia berusaha menjelaskan bahwa dirinya hanya membuat prank. Namun para warga tak mau mendengarkan. Doni bahkan diancam akan dibawa ke kantor polisi jika ia kembali membuat keributan di jalanan.

Setelah beberapa jam, Doni akhirnya dibebaskan setelah membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Ia pun keluar dari kantor pemuda dengan perasaan malu dan kecewa.

Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi Doni. Ia sadar bahwa prank yang ia lakukan dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Ia pun berjanji tidak akan membuat prank yang berlebihan dan meresahkan masyarakat lagi.

Kejadian ini pun menjadi viral di media sosial. Banyak orang yang menghujat Doni atas tindakannya yang dianggap meresahkan. Namun, ada juga yang memberikan nasihat dan masukan agar Doni bisa belajar dari kesalahannya dan menjadi YouTuber yang lebih baik.

Ia terpuruk. Dihujat netizen. Hampir seminggu Doni tak keluar rumah. Merenung. Menyesali perbuatan yang telah dilakukannya. Namun ia cepat bangkit dari keterpurukannya. Ia belajar dari kesalahannya. Dan mulai membuat konten YouTube yang lebih positif dan kreatif.

Ia tak ingin lagi membuat prank yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Ia ingin menjadi YouTuber yang menginspirasi dan menghibur masyarakat dengan konten yang bermanfaat. Ia pun bertekad untuk meraih mimpinya menjadi YouTuber sukses dengan cara yang etis dan halal. (eri)

Editor : Adetio Purtama
#youtube #prank #youtuber