Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Atasan di Kantor, Mertua di Rumah

Adetio Purtama • Kamis, 22 Agustus 2024 | 06:15 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM—Benar kata sebagian orang dunia itu sempit. Buktinya hal itu dialami oleh Rozi (nama samaran) yang tidak pernah menyangka jika atasannya di perusahaan tempat bekerja ternyata adalah Ayah dari pujaan hatinya Melati (nama samaran). Seperti apa ceritanya?

Mungkin Rozi adalah orang paling beruntung. Bagaimana tidak di saat teman-teman satu kelasnya di kampus dulu sibuk mencari pekerjaan dan bahkan menganggur, dia malahan sudah bekerja di perusahaan multinasional sebagai seorang akuntan. Hanya butuh waktu 1 bulan baginya usai di wisuda mendapatkan pekerjaan.

Tak sampai di situ setelah bekerja selama lebih kurang 3 bulan, berkat kerja kerasnya Rozi dipromosikan menjabat sebagai Asisten Manager keuangan di perusahaannya tersebut. Mungkin sejak perusahaan itu berdiri, Rozi lah karyawan termuda yang menjabat di posisi tersebut.

Mulusnya karir dari Rozi dalam bekerja sejalan dengan perjalanan kisah cintanya. Sejak duduk di bangku kuliah pada semester 4 Rozi telah memiliki seorang kekasih yakni Melati. Meskipun mereka terpisahkan oleh jurusan yang berbeda namun tidak membuat hubungan mereka renggang tapi malahan semakin mesra.

Usai lulus dari kampus baik Rozi maupun Melati langsung diterima di perusahaan tempat mereka melamar pekerjaan. Keduanya pun sama-sama memiliki karir yang bagus di tempat bekerja masing-masing. Dengan kondisi itu tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius.

Ternyata baik Rozi maupun Melati sama-sama sudah memikirkan untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Rozi pun mulai mempersiapkan berbagai hal untuk menjalin hubungan lebih serius dengan kekasihnya itu, termasuk mengenal kedua orangtua Melati.

Meskipun Rozi telah berpacaran dengan Melati selama beberapa tahun terakhir tapi dia belum pernah berkunjung ke rumah dan bertemu dengan orangtua Melati. Alasannya selain Rozi yang sibuk dengan pekerjaan tetapi juga kedua orangtua melatih yang tidak memiliki waktu untuk bertemu karena sibuk dengan pekerjaan yang besar masing-masing.

Singkat cerita akhirnya Rozi memutuskan waktu untuk pergi dan bertemu dengan kedua orangtua Melati. Melati pun juga sudah memberitahukan kepada kedua orang tuanya bahwa Rozi akan datang ke rumah untuk bersilaturahmi dan menyampaikan sesuatu yang penting. Jadinya pada hari Sabtu pagi Rozi akan bertemu dengan kedua orangtua melati untuk pertama kalinya.

Beruntung dalam minggu ini pekerjaan Rozi tidak sedang banyak-banyaknya. Hal itu disebabkan karena sejumlah atasan atau pimpinan perusahaan sedang pergi ke luar provinsi untuk urusan pekerjaan. Dengan kondisi itu Rozi bisa mempersiapkan diri lebih matang untuk bertemu dengan orangtua Melati.

Singkat cerita akhirnya hari yang ditunggu-tunggu. Dengan memakai pakaian terbaik yang dimiliki serta membawa sejumlah oleh-oleh Rozi siap untuk bertemu orangtua Melati dan menyampaikan niat baiknya untuk menikahi pujaan hatinya itu. Tepat pukul 08.00 Rozi pergi dengan mengendarai mobilnya.

Pukul 08.30 Rozi tiba di depan rumah Melati dan disambut dengan senyum manis dari kekasihnya itu. Jantung Rozi berdegup dengan kencang. Dia merasa khawatir jika nanti orangtua Melati tidak menyetujui hubungan mereka. Tetapi ketika melihat wajah merona dari kekasihnya, sedikit demi sedikit keberanian muncul pada diri lelaki itu.

Ketika masuk ke dalam rumah ternyata kedua orangtua Melati sudah duduk santai di ruang tamu menyambut kedatangannya. Ketika hendak bersalaman tiba-tiba Rozi terkejut melihat sosok ayah Melati yang sangat familiar baginya. Rozi diam membatu karena ternyata orang yang selama ini dia ingin bertemu ternyata adalah atasannya di perusahaan.

Rozi tidak pernah menyangka calon mertua ternyata adalah atasannya di kantor. Apalagi selama ini Melati tidak pernah mengatakan kepada dirinya tentang pekerjaan sang ayah. Rasa canggung pun menyeruak dalam pikiran Rozi. Dia tidak tahu harus berbuat apa di hadapan calon mertua sekaligus atasannya itu.

Di sisi lain berbeda dengan Rozi, Ayah Melati terlihat lebih santai. Hal itu disebabkan karena dia sudah mengetahui bahwa Rozi bawahannya di kantor menjalin hubungan pacaran dengan anaknya. Bahkan Ayah Melati sudah melihat secara diam-diam sifat dan watak dari Rozi ketika bekerja di perusahaan.

Setelah mengetahui bahwa anaknya berpacaran dengan Rozi, sang ayah sedikit lega karena dia sangat tahu bahwasanya Rozi merupakan lelaki yang baik dan bertanggung jawab, serta memiliki kerja keras di dalam pekerjaan. Bahkan dia sangat setuju jika anaknya menikah dengan Rozi.

Seiring berjalannya waktu akhirnya Rossi bisa melepas kecambungan dan ketegangan yang dia rasakan ketika pertama kali mengetahui sosok ayah dari Melati. Perlahan tapi pasti dengan penuh rasa hormat dia menyatakan keinginannya untuk menikahi melati di hadapan orangtua kekasihnya itu.

Bak gayung bersambut, kedua orangtua Melati menyetujui dan mendukung niat baik dari Rozi tersebut. Bahkan mereka ingin secepatnya Rozi dan Melati melangsungkan pesta pernikahan. Mendengar hal itu, baik Rozi dan Melati sangat senang dan bahagian menatap masa depan mereka. (adt)

Editor : Adetio Purtama