Pantauan Padang Ekspres, Minggu (11/7) di GOR H Agus Salim Padang, dagangan PKL ditata dengan rapi di bagian trotoar. Sehingga masyarakat yang berolahraga juga bebas beraktivitas. Biasanya jika waktu weekend atau akhir pekan, PKL sudah memadati tempat berjualan di kawasan GOR H Agus Salim Padang menggunakan badan jalan.
Salah seorang PKL di GOR H Agus Salim Padang, Darmawan, 50, mengatakan kebijakan ambil alih kawasan GOR H Agus Salim oleh Pemprov Sumbar tepat sekali dilakukan karena keadaannya saat ini cenderung lebih bagus dan tertata rapi.
”Alhamdulillah, kondisinya bisa dilihat sangat rapi. PKL tidak diperbolehkan jualan di badan jalan,” katanya.
Ia berharap dengan diberlakukannya peraturan PKL tidak boleh berjualan di badan jalan, seharusnya juga berbarengan dengan ditutupnya portal masuk ke kawasan GOR H Agus Salim Padang pada waktu weekend.
”Ya, kalau bisa portalnya ditutup sampai pukul 10.00. Supaya tidak ada lagi kendaraan yang bisa masuk. Ini tujuannya supaya masyarakat yang ingin berolahraga bisa leluasa melakukan aktivitas, terlebih jika mereka membawa anak-anak,” tuturnya.
Hal senada juga diutarakan, PKL di GOR H Agus Salim Padang lainnya, Febri Yunaldi, 31. Ia mengungkapkan kondisi kawasan GOR Agus Salim Padang jauh lebih berbeda dengan biasanya, karena lebih rapi dan terarah.
Ia menjelaskan, keadaan seperti ini seiring dengan keluarnya surat yang tidak diperbolehkan lagi PKL untuk berjualan di badan jalan, tapi harus berada di trotoar.
“Kami sangat mendukung kebijakan Pemprov Sumbar untuk mengelola kawasan GOR H Agus Salim, kalau bisa seterusnya diberlakukan keadaan saat ini, karena kita berjualan juga tidak mengganggu orang yang lagi berolahraga,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Bustavidia mengatakan, setelah diputuskannya kontrak dari pihak ketiga, saat ini memang sedang berusaha menata kawasan GOR H Agus Salim Padang agar lebih baik lagi.
”Tepat 1 Juli 2021, kawasan GOR H Agus Salim Padang dikelola Dispora. Pengelolaan GOR H Agus Salim Padang sesuai dengan instruksi Gubernur Sumbar Mahyeldi yang menginginkan kawasan tersebut tertata, rapi dan bersih,” ungkapnya.
Bustavidia menjelaskan, untuk menata dan membersihkan GOR H Agus Salim Padang saat ini dengan apa adanya saja. Sebab Dispora belum punya dana serta tenaga untuk kebersihan, keamanan dan lain-lain.
”Jadi sekarang kita hanya memakai staf-staf yang ada untuk menjaga kebersihan dan keamanan kawasan GOR H Agus Salim Padang,” tuturnya.
Di samping itu, Bustavidia menyebut dengan diputuskannya kontrak secara mendadak, Dispora menginginkan segera terwujud Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang bisa mengelola kawasan GOR H Agus Salim Padang.
”Cuma setelah diajukan ke Mendagri ada syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Maka sekarang ini hanya bisa meminta kesadaran masyarakat yang berolahraga dan PKL supaya bisa menjaga kawasan GOR Agus Salim Padang,” tegas Bustavidia.
Ia mengungkapkan, Dispora akan menyediakan tempat khusus agar pedagang tidak lagi berjualan di badan jalan atau trotoar. Mereka pun diminta untuk pindah. Hal ini agar kawasan GOR H Agus Salim bisa lebih tertata rapi lagi.
”Jadi lambat laun, kita ingin merelokasikan PKL di suatu tempat, tepatnya di bagian barat stadiun dibuat tempat berjualan. Karena saat ini tidak mungkin langsung dilakukan eksekusi, harus bertahap dahulu,” tandasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, di hari-hari tertentu Dispora akan melakukan kebijakan kendaraan tidak boleh masuk ke kawasan GOR H Agus Salim Padang supaya masyarakat lebih leluasa beraktifitas olahraga.
”Jadi kalau masyarakat berolahraga tidak terganggu lagi dengan kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang di sana. Serta masyarakat yang ingin berbelanja makan dan minum tempatnya juga sudah ditentukan, karena PKL sudah ditempatkan di tempat khusus berjualan,” ujarnya.
Ia berharap dengan apa yang telah dilakukan ini mudah-mudahan kawasan GOR H Agus Salim Padang bisa indah dan tertata rapi lagi ke depannya. (ran) Editor : Novitri Selvia