“Ya, memang itu rencananya dalam waktu dekat, RSUD dr. Rasidin Padang akan dijadikan kembali sebagai RS khusus Covid-19 setelah beberapa bulan yang lalu kembali menangani pasien umum,” jelas Wali Kota Padang, Hendri Septa saat rapat koordinasi penerapan PPKM Darurat di Kota Padang, kemarin (12/7).
Hendri mengatakan, saat ini di RSUD dr Rasidin Padang ada sekitar 75 tempat tidur yang bisa dijadikan dan diperuntukkan bagi pasien positif Covid-19 jika nantinya RSUD tersebut dijadikan kembali sebagai RS khusus Covid-19.
Ia menambahkan, perubahan status RSUD dr Rasidin Padang menjadi RS khusus Covid-19 kembali yakni karena kasus positif aktif Covid-19 yang terus meningkat setiap harinya di Kota Padang. Per 12 Juli, tercatat 2.500 kasus positif aktif.
“Selain tempat Karantina Rumah Nelayan di Lubukbuaya, RSUD dr. Rasidin Padang juga akan dimaksimalkan dalam penanganan pasien positif Covid-19,” katanya.
Untuk langkah antisipasi lonjakan kasus yang nantinya terus meningkat akibat masifnya testing, maka Pemko Padang juga meminta izin penggunaan fasilitas tempat karantina atau isolasi mandiri (isoman) yang dimiliki oleh Pemprov Sumbar.
“Tadi kami dalam rapat koordinasi, sudah disampaikan kepada wakil gubernur (wagub) untuk meminta fasilitas isoman bagi warga Kota Padang yang terkonfirmasi positif Covid-19,” ungkapnya.
Dalam koordinasi tersebut, Hendri mengatakan, Pemprov Sumbar menyambut baik permintaan dari Pemko Padang dan dalam waktu dekat Pemprov akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk meminta gedung Asrama Haji sebagai tempat karantina.
Pihaknya berharap, dengan adanya persiapan tempat isoman, bisa mengendalikan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif. Selain itu, dengan adanya penerapan PPKM Darurat diharapkan bisa menekan penularan Covid-19.
Hendri mengungkapkan, pihaknya terus berupaya dalam memutus rantai penularan Covid-19 dengan melakukan testing, tracing, dan treatment (3T) yang masif, kemudian melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan PPKM Darurat yang berlangsung sampai 20 Juli 2021.
Ada 60 Tempat Tidur
Terpisah, Direktur RSUD dr Rasidin Padang, dr Herlin Sridiani kepada Padang Ekspres mengatakan, terkait rencana menjadikan kembali RSUD sebagai RS khusus Covid-19, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan.
Ia menambahkan, secara umum RSUD dr Radisin siap untuk melayani pasien positif Covid-19 jika RSUD dijadikan sebagai RS khusus Covid-19. “Saat ini kami masih menerima pasien umum, selain ada 23 pasien positif yang saat ini dirawat di RSUD dr. Rasidin Padang. Namun kalau kita masih bisa menerima pasien umum, ya akan lebih baik, namun tentu kami akan berkoordinasi dulu,” kata dr Herlin.
Herlin mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang merencanakan penambahan fasilitas yakni tempat tidur bagi pasien positif Covid-19. Nantinya jika penambahan itu terealisasi, maka akan ada sekitar 60 lebih tempat tidur khusus bagi pasien positif yang butuh perawatan. (adt) Editor : Novitri Selvia