DISAAT curah hujan tinggi warga RT 03/RW 02 Kelurahan Kampung Pondok selalu dihantui rasa waswas disaat genangan air hujan sewaktu-waktu bisa meluap dan menggenangi rumah mereka.
Melalui program yang diusung Pemko Padang yakni program manunggal BBGRM tahun 2021 ini, air tidak lagi meluap ke permukiman warga tersebut. Sebab, penanganan sudah selesai dilakukan dengan pembangunan drainase tertutup.
Pelaksana tugas (Plt) Lurah Kampung Pondok, Diko Riva Utama mengatakan pelaksanaan manunggal BBGRM tahun 2021 ini dilaksanakan berdasarkan perencanaan dalam rapat koordinasi pembangunan (rakorbang) tahun 2020.
“Untuk program manunggal BBGRM tahun ini memfokuskan pada perbaikan drainase tertutup, guna meminimalisir masalah banjir yang kerap terjadi jika musim hujan tiba,” kata Diko kepada Padang Ekspres, Minggu (18/7).
Ia menyampaikan pembangunan dan perbaikan drainase tertutup di Kelurahan Kampungpondok tersebut dititik beratkan pengerjaanya di jalan Dobi RT 03/RW 02 dengan panjang 37 meter, lebar 0,6 meter dan tinggi 0,6 meter.
“Karena disitu drainasenya tidak jalan lagi karena sudah tertutup, jadi kembali kita buka. Serta juga sedimen dan rumput-rumput liar yang menyumbat kita keruk keluar,” ungkapnya.
Seperti diketahui, kata dia di lokasi RT 03/RW 02 sangat rentan sekali dengan datangnya curahan air hujan. Karena hujan lebat sedikit saja akan memenuhi drainase dan bisa menimbulkan banjir ke rumah-rumah warga.
“Alhamdullilah, sekarang sudah selesai kita realisasikan pengerjaan drainase tertutup di lokasi tersebut, seperti membangun dan memperbaiki. Sehingga juga bisa memperluas badan jalan dan semakin tertata rapi,” akunya.
Diko menyampaikan, dalam kegiatan program manunggal BBGRM tahun 2021 ini, Pemko Padang hanya menggelontorkan dana pancingan sebesar Rp 35 juta kepada Kelurahan Kampung pondok.
“Program manunggal BBGRM ini dilakukan secara petunjuk teknis (juknis) yang diberikan Pemko Padang yang dimulai pada tanggal 24 Mei dan berakhir pada 7 Juni 2021 lalu,” terangnya.
Menurutnya, swadaya masyarakat yang dilakukan dalam pembuatan drainase tetutup sangat cukup tinggi, seperti sumbangsih uang, tenaga, konsumsi, sarana dan prasarana serta bantuan lainnya.
“Swadaya masyarakat cukup besar, seluruh RT dan RW di lingkungan Kelurahan Kampungpondok melalui LPM kita undang. Dari total 11 RW dan 33 RT yang ada, kita ikutkan semua warganya untuk berpartisipasi,” jelasnya.
Ia menyatakan, masyarakat sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah dalam menjawab permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, terutama masalah infrastruktur melalui program manunggal BBGRM.
Selain dari program manuggal BBGRM tahun 2021 ini kata Diko di Kelurahan Kampungpondok juga ada melakukan kegiatan program fasilitas lingkungan (fasling). “Program fasling ini dilakukan dalam bentuk pembuatan pengecoran jalan di RT 02/RW 05 jalan Kali Kecil dengan panjang 70 meter dan lebar mencapai 4 meter,” kata Diko.
Untuk program fasling, imbuhnya, sistemnya juga sama seperti program manunggal BBGRM. Stimulus yang diberikan Pemko Padang sebesar Rp 50 juta di Kelurahan Kampung Pondok. “Sehingga masing-masing Rp 25 juta. Jadi sistemnya sama dengan manunggal. Kita akan pancing Rp 25 juta lalu ditambah dengan swadaya masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu program penataan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Jalan Bundo Kanduang juga akan menjadi program prioritas yang dilakukan di Kelurahan Kampung Pondok. “Untuk PKL yang berjualan di jalan Bundo Kanduang, kita akan pindahkan ke jalan Bandar Gereja. Bakal dijadikan pusat food street, jadi mereke di sana berjualan, tidak boleh lagi dipinggir jalan,” tuturnya.
Diko menyampaikan dilihat dari lokasinya di sana akan lebih safety dari segi keamanan dan ketertiban. Misalnya keamanan para pengunjung, pengguna jalan dan termasuk pedagang yang berjualan.
“Biasanya kalau di Jalan Bundo Kanduang pedagang banyak memakai sisi kiri dan kanan jalan, sehingga menyebabkan kemacetan yang sering terjadi. Maka kita geser mereka dan alhamdulillah para PKL ini sangat setuju berjualan di sana,” sebutnya.
Tak hanya itu, program dari Pemko Padang yakni mempersiapkan sebuah gerakan bersama perusahaan cat terkenal Dulux untuk mempercantik seluruh bangunan kawasan kota tua juga bakal dilakukan.
Menurut dia upaya ini dilakukan sebagai bentuk wujud menghidupkan kembali Kota Padang tempo dulu. Sebab kawasan itu merupakan salah satu lokasi bersejarah di Kota Padang.
“Saat ini banyak bangunan-bangunan di kawasan kota tua yang terlihat mulai dipenuhi lumut-lumut di tembok, serta akar-akar yang menjalar di dinding. Sudah kami data, ada sekitar 24 bangunan yang menjadi target untuk dilakukan pengecatan. Sehingga kawasan kota tua terlihat indah dan menawan,” ujarnya.
Selanjutnya, program pembinaan kepada program pembinaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga akan menjadi program prioritas di Kelurahan Kampungpondok.
“Di Kelurahan Kampung Pondok banyak UMKM yang tersebar seperti bergerak di bidang kuliner, jasa pengolahan makanan seperti kue kering, kue basah, kerupuk dan lain-lain,” paparnya.
Diko menyebutkan, membuat atau mengolah batok kelapa menjadi miniatur untuk dijadikan barang yang layak digunakan juga dilakukan, karena ini membuktikan bahwasanya Kelurahan Kampung Pondok bisa menghadirkan kreativitas produk bernilai jual tinggi.
“Kami juga memberikan pendampingan teknis kepada UMKM melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang. Ini dilakukan sebagai wujud menggenjot perekonomian masyarakat sekitar,” tegasnya.
Ia berharap dengan berbagai aspek program yang dilakukan oleh Kelurahan Kampung Pondok khususnya manunggal BBGRM tahun 2021 ini mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. “Kami sebagai pemerintah kelurahan akan terus menampung aspirasi dari masyarakat.
Dalam hal ini pemerintah kelurahan adalah ujung tombak di pemerintahan skala terbawah untuk memberikan pelayanan dan fasiltas yang mempuni kepada masyarakat,” pungkasnya. (***) Editor : Novitri Selvia