tambahan penghasilan.
Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh dianugerahi kondisi geografis yang cocok untuk sektor pertanian dan perkebunan. Selain itu warga di sana pun memiliki lahan kosong namun produktif yang belum dimaksimalkan dengan baik.
Melihat kondisi tersebut Pemerintah Kelurahan Pisang berinisiatif untuk memanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat meskipun saat ini Kota Padang masih berada di tengah pandemi Covid-19.
Dibantu oleh satu orang pemuda yang memiliki ide kreatif dan inovatif, Pemerintah Kelurahan Pisang berinisiatif untuk membuat program pembudidayaan tanaman hidroponik dan sayur di Kelurahan Pisang.
“Jadi ide awal program pembudidayaan itu berasal dari pemuda kami yakni Arif Abdul Putra yang merupakan mahasiswa Unand. Jadi kami dibantu oleh beliau mencoba untuk mengajak warga untuk membudidayakan tanaman hidroponik dan sayuran,” kata Lurah Pisang, Bustami kepada Padang Ekspres, kemarin.
Bustami mengatakan, alasan pemilihan pembudidayaan tanaman hidroponik karena tren tanaman saat itu banyak diminati oleh masyarakat untuk dikonsumsi sehingga memiliki potensi yang sangat menjanjikan untuk menambah penghasilan.
Arif memberikan pelatihan kepada warga sampai mempersiapkan alat-alat dan bibit untuk pembudidayaan tanaman hidroponik dan sayuran tersebut.
“Tanaman hidroponik yang dibudidayakan yakni tanaman sayur pangsit. Jadi kami dibantu oleh Arif membuat perlengkapan seperti pembibitan tanaman hidroponik persiapan bahan- bahan yang diperlukan seperti, pipa paralon, sterofom, dan nutrisi bagi tanaman,” ungkapnya.
Dijelaskan, awal proses pembibitan sampai bisa dipanen membutuhkan waktu sekitar satu bulan supaya bisa dipanen setiap harinya. Setiap kali panen biasanya mencapai 150 kilogram, dan akan dipasarkan ke swalayan atau supermarket terdekat.
Bahkan Bustami mengungkapkan, dengan program pembudidayaan tersebut mendapatkan perhatian dari banyak orang dan bisa mewakili Kota Padang dan Provinsi Sumbar ke tingkat nasional.
“Di samping itu juga bisa menginspirasi masyarakat untuk menambah penghasilan di masa pandemi ini,” ujar Bustami.
Lebih lanjut disampaikan, program lainnya yang dilakukan dalam rangka pemberdayaan masyarakat adalah pemanfaatan lahan kosong di kelurahan Pisang untuk dikembangkan menjadi kebun sayuran.
Dalam pengelolaannya, dibentuklah Kelompok Wanita Tani (KWT) yang diketuai oleh Sabaharuddin dimana lahan yang dijadikan sebagai kebun itu yakni seluas 7 hektara yang berlokasi di depan rumahnya.
“Para ibu-ibu KWT sekarang fokus menanam sayur kangkung, sayur bayam, dan terong. Pelaksanaan kegiatan berkebun ini sudah tiga bulanan terakhir dan hasil panennya baru sekali dan itu juga dibagi-bagi kepada kelompok untuk bahan masak di rumahnya masing-masing,” jelasnya.
Dalam membantu operasional KWT tersebut, pihaknya meminta bantuan kepada Dinas Pertanian dari segi pendanaan. Nantinya hasil panen dari kebun sayur tersebut bisa dijual ke pasaran dan menghasilkan penghasilan tambahan bagi anggota.
Ke depan Bustami mengatakan, pihaknya akan terus melahirkan program-program kreatif dan inovatif dimana bisa memberikan manfaat kepada warga Kelurahan Pisang khususnya dalam peningkatan ekonomi masyarakat. (***) Editor : Novitri Selvia