Kecelakan itu menyebabkan akses jalan dari Padang ke Pariaman dan sebaliknya terputus selama 3,5 jam karena truk yang tertabrak juga mengenai papan reklame berukuran besar yang kemudian roboh menutup akses jalan. Papan reklame yang roboh juga menimpa satu unit minibus yang sedang melaju dari arah Pariaman ke Padang.
Selain itu kecelakaan antara truk dan KA juga mengakibatkan terganggunya perjalanan sejumlah KA terutama KA Sibunuang dan KA Minangkabau Ekspres rute Padang-Bandara Internasionel Minangkabau (BIM).
Beruntung dalam kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja satu orang penumpang KA mengalami luka lecet pada bagian kening akibat terbentur dengan kaca gerbong ketika KA dan truk bertabrakan.
Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 14.40. Truk yang bermuatan semen itu datang dari arah kantor Basarnas Padang dan hendak keluar ke jalan Adinegoro. Ketika tiba di perlintasan, terjadi miskomunikasi antara sopir dan penjaga di perlintasan tak resmi sehingga terjadi kecelakaan.
Salah satu warga, Fitriani, 40, mengatakan, KA Sibinuang sebelumnya datang dari arah Padang menuju Pariaman, lalu truk bermuatan semen datang dari arah Kantor Basarnas Padang dan ingin keluar ke Jalan Adinegoro.
“Di perlintasan itu memang ada orang yang menjaga, dan entah kenapa terjadi kecelakaan padahal KA dari jauh sudah membunyikan sirene-nya. Mungkin terjadi salah pengertian antara sopir dan penjaga,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketika KA menghantam truk, terdengar bunyi yang sangat keras. Akibat hantaman itu, truk yang bermuatan semen sempat terseret sejauh 10 sampai 15 meter. “Sopir truk berhasil selamat tanpa mengalami luka,” ungkapnya.
Sementara itu sopir truk, Dody, 60, mengaku hendak mencari bahan bakar solar di SPBU terdekat. Ketika sampai di perlintasan, penjaga di sana menyuruhnya untuk segera melintas. Namun ketika sampai di tengah perlintasan, penjaga tersebut mengatakan ada KA yang akan melintas.
“Jadi saya berusaha untuk melewati perlintasan, namun kendaraan yang ada di jalan tidak mau mengalah sehingga truk tidak bisa keluar dan lalu terjadi tabrakan dan mengenai papan rekalame,” katanya.
Terpisah, Kepala Humas PT. KAI Divisi Regional (Divre) II Sumbar, Erlangga Budi Laksono mengatakan, KA yang terlibat kecelakaan merupakan KA Sibinuang B6 dengan rute Padang-Pariaman-Naras. KA Sibinuang tersebut berangkat dari stasiun Tabing menuju arah Pariaman sekitar pukul 14.00.
“Kecelakaan terjadi di perlintasan liar atau tidak resmi. Kondisi KA sendiri mengalami kerusakan di bagian gerbong depan sehingga perjalanan ke Pariaman terpaksa ditunda,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, kecelakaan itu juga mengakibatkan satu orang penumpang KA yang berada di dalam gerbong mengalami luka pada bagian kening karena terbentur. Penumpang tersebut sudah ditangani oleh petugas medis.
“Sejauh ini memang ada beberapa perjalanan KA yang terganggu seperti tertunda akibat kecelakaan ini. Kami pun telah menginformasikan kepada para calon penumpang yang jadwal perjalanannya tertunda dan membatalkan keberangkatan, tiketnya bisa diganti di loket 100 persen,” ujarnya.
Sementara itu, kerusakan yang terjadi pada gerbong KA Sibinuang B6 pascakecelakaan tersebut tidak akan menggangu jadwal perjalanan KA Sibinuang ke depan karena akan diganti dengan gerbong cadangan.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan raya agar selalu berhati-hati saat melewati perlintasan KA agar tidak terjadi kecelakaan,” tukasnya.
Sementara itu, proses evakuasi terhadap KA Sibinuang, truk, dan papan reklame yang roboh dan menutup jalan dari dua arah tersebut berlangsung sekitar 3,5 jam. Akibatnya akses jalan baik dari arah Pariaman menuju Padang dan sebaliknya terputus total. Kendaraan dari arah Pariaman diarahkan melewati jalan Bypass.
Komandan Regu (Danru) Basarnas Padang, Yudi mengatakan, kendala yang dihadapi selama evakuasi adalah truk yang memiliki beban yang sangat berat sehingga butuh sejumlah alat khusus agar bisa terlepas dari gerbong KA.
Kemudian, untuk mengevakuasi papan reklame berukuran besar tersebut pihaknya meminta bantuan ekskavator atau alat berat dari Balai Perkeretaapian (BTP) Kelas II Wilayah Sumatra Bagian Barat (Sumbagbar).
“Karena papan reklamenya ini sangat besar, maka tentu butuh alat berat untuk memindahkannya,” jelasnya.
Yudi menambahkan, untuk sementara besi-besi dan kerangka papan reklame tersebut diletakkan di area lepas yang ada di samping rel KA agar akses lalu lintas bisa segera dilewati.
Terpisah, BTP Kelas II Wilayah Sumbagbar rencananya dalam waktu dekat akan memasang pintu perlintasan atau Early Warning System (EWS) di sepanjang perlintasan KA antara stasiun Padang sampai stasiun Duku. Rencana tersebut dikarenakan jumlah kecelakaan terbanyak terjadi di perlintasan stasiun Padang sampai stasiun Duku, Padangpariaman.
Kepala BTP Kelas II Wilayah Sumbagbar, Suranto menjelaskan, pemasangan pintu perlintasan atau EWS tersebut bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang melibatkan KA dengan kendaraan. Ditambahkan, pemasangan pintu perlintasan itu dilakukan pada perlintasan yang memiliki pintu perlintasan.
Bagi perlintasan liar, pihaknya akan menutup perlintasan tersebut. “Solusinya setelah kami tutup perlintasan liar tersebut adalah kami carikan jalan akses baru atau alternatif bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Suranto mengungkapkan, EWS sendiri memiliki fungsi untuk memberikan tanda-tanda peringatan datangnya KA pada petugas penjaga perlintasan dan melakukan pengamanan terhadap pengguna jalan yang akan melintasi perlintasan sebidang.
“Jadi tahun ini sudah ada pengerjaan di perlintasan untuk meningkatkan keamanan seperti pemasangan besi pembatas, pintu perlintasan, EWS, dan penutupan perlintasan liar. Jumlahnya ada sekitar 42 untuk perlintasan dan 22 untuk EWS,” ungkapnya.
Dengan adanya penambahan pintu perlintasan, otomatis akan ada juga penambahan penjaga pintu perlintasan. Jumlah penjaga yang akan ditambah itu lebih kurang sebanyak 90 orang di sepanjang perlintasan Padang sampai Duku.
“Ditargetkan pemasangan pintu perlintasan baru dan EWS itu selesai pada tahun ini. Mudah-mudahan ini bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan di perlintasan,” tukasnya.
Berdasarkan informasi terakhir, perjalanan KA kembali normal pada pukul 18.30. Hal yang sama juga terjadi pada akses lalu lintas yang kembali normal baik dari arah Pariaman menuju Padang maupun sebaliknya. (adt) Editor : Novitri Selvia