Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Stop Perundungan, FKep Unand Bentuk Kader Anti-Bullying!

Novitri Selvia • Jumat, 24 Juni 2022 | 10:00 WIB
ANTI-BULLYING: Tim dosen Fakultas Keperawatan Unand dalam pengabdian masyarakat di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Kototangah, Padang, baru-baru ini.
ANTI-BULLYING: Tim dosen Fakultas Keperawatan Unand dalam pengabdian masyarakat di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Kototangah, Padang, baru-baru ini.
Kasus bullying pada anak-anak akhir-akhir ini masih memprihatinkan. Tercatat, 10-60 persen anak mengalami bullying berupa ejekan, cemoohan, pengucilan, tendangan maupun dorongan sedikitnya sekali dalam seminggu.

Umumnya perilaku bully ini dipicu empat faktor, yaitu keluarga, pertemanan, sekolah dan tontonan atau tayangan televisi. Lebih memprihatinkannya kejadian bullying pada anak ini bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja.

Intinya, perilaku ini perlu dicegah agar tidak menimbulkan trauma jangka pendek, seperti cedera fisik, merasa tidak aman, dan cemas, serta dampak jangka panjang dapat mengalami gangguan jiwa. Sehingga, dapat mempengaruhi proses tumbuh kembang anak yang optimal.

Merujuk inilah, dosen Fakultas Keperawatan (FKep) Unand bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Padang dan Ikatan Perawat Anak Indonesia, melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “IBDM pembentukan kader (anti-bullying) Ppada lelompok anak usia sekolah dasar di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Kototangah, Padang, baru-baru ini.

Dr Ns Meri Neherta SKep M Biomed selaku ketua kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengatakan, kegiatan ini melibatkan siswa SDN 23 Pasir Sebelah, SDN 06 Pasir Jambak, dan SDN 31 Pasir Jambak. Juga, perwakilan Puskesmas Pasie Nan Tigo, serta IPANI Wilayah Sumbar.

"Sebanyak 20 orang siswa perwakilan masing-masing sekolah dipilih menjadi kader anti-bullying. Hal ini ditujukan untuk mendukung usaha guna mewujudkan sekolah yang aman tanpa bully melalui pembentukan kader handal yang berasal dari anak-anak sekolah dasar," jelas Meri.

Menurut dia, kader anti-bullying mendapat edukasi menggunakan tiga metode yaitu, ceramah dengan slide presentasi, rekaman video, permainan dan standing banner.

Sesi pertama dimulai dengan pemutaran video pendek tentang bullying, sesi kedua pemaparan materi soal penyebab, akibat dan pencegahan bullying dan sesi ketiga lomba cerdas cermat mengenai materi yang telah disampaikan.

"Setiap selesai edukasi siswa diberikan kuesioner untuk mengevaluasi pengetahuan dan sikap mengenai bullying. Evaluasi ini ditujukan untuk menilai proses penyerapan informasi oleh siswa setelah dberikan berbagai edukasi dengan beberapa media atau pendekatan yang berbeda. Acara ditutup dengan pelantikan kader “Aku Cinta Damai” lewat pemasangan PIN sebagai simbol dan komitmen pencegahan bullying," ujar dia. (cr4) Editor : Novitri Selvia
#FKep Unand #anti-bullying #perundungan