Pantauan Padang Ekspres kemarin (29/6) di los penjualan daging Pasar Raya Kota Padang tampak sepi pembeli. Beberapa pedagang terlihat hanya sibuk membersihkan lapak dagangan mereka masing-masing.
Salah seorang pedagang daging di Pasar Raya, Otong mengaku salah satu faktor yang membuat terjadinya penurunan daya beli masyarakat yang mencapai 40 persen adalah wabah PMK. Ia mengatakan, pengurangan daya beli tersebut dirasakan sejak beberapa pekan terakhir.
“Di dua pekan ini lah, kurang sekali daya beli masyarakat. Walaupun harga saat ini sudah standar yang sebelumnya agak naik,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini harga daging Rp 140 ribu per kilogram yang mana sebelumnya naik Rp 10 ribu menjadi Rp 150 ribu di pasaran. Sehingga masyarakat banyak yang mengurangi pembelian daging.
“Biasanya masyarakat yang beli Rp 80 ribu sekarang jadi Rp 50 ribu saja. Tentu masyrarakat membeli berdasarkan harga yang ada. Kalau harga mahal daya beli dikurangi oleh masyarakat tersebut,” katanya.
Ia juga mengatakan, daya beli masyarakat yang berkurang bukan hanya kerana harga yang mahal, tapi juga lantaran takut dengan wabah PMK.
“Semenjak ada PMK ini jual beli kami pedagang daging jadi menurun drastis. Jadi hanya satu satu saja pembeli yang datang,” ungkapnya.
Otong menyebutkan, masyarakat mengurangi pembelian daging lantaran setiap komoditi pangan mengalami lonjakan yang dahsyat.
Pedagang lainnya, Nurman menyampaikan, adanya penurunan omzet sebanyak 30 persen yang diakibatkan daya beli masyarakat yang semakin berkurang.
“Saat ini penurunan omzet ada 30 persen. Dampak PMK ini sangat besar apalagi saat lebaran haji nanti. Pembelinya terseok-seok lah,” ujar Nurman saat melayani pembeli.
Ia mengatakan, biasanya pedagang tidak mau menurunkan harga di bawah Rp 140 ribu karena takut merugi. Namun, saat wabah PMK ini ada pedagang terpaksa tetap menjual di bawah harga yang semestinya.
“Biasanya kalau Rp 130 ribu per kilogram itu pedagang tidak mau lagi menjual. Tapi karena PMK ini, tetap dijual pedagang karena hanya satu-satu saja pembeli yang datang,” ucapnya.
Seorang pembeli di Pasar Raya, Yurnita mengaku tak mau membeli daging lantaran khawatir terhadap PMK dan ditambah pengeluaran yang semakin tinggi karena harga pangan yang juga tinggi.
“Saya saat ini masih belum mau beli daging, karena takut ada penyakit pada sapi. Jadi saya hanya beli beberapa sayuran dan ayam,” ungkapnya.
Alasan lain tidak membeli daging lantaran harga komoditi pangan yang semakin tidak ramah di kantong. Baik itu harga cabai, telur, bawang dan sebagainya.
“Harga pangan kan naik sekarang ya, cabai saja masih Rp 80 ribu tuh satu kilogram. Bawang juga mahal, masa saya juga tambah dengan pengeluaran daging. Tentu makin banyak pengeluaran nanti,” pungkasnya. (cr5) Editor : Novitri Selvia