Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Intip Kiat DLH Percantik Kota Padang! 40 RTH Optimalkan!

Novitri Selvia • Senin, 4 Juli 2022 | 11:37 WIB
ASRI: Median Jalan S Parman ditanami aneka tanaman, menambah suasana perkotaan tampak asri dan hijau.(DOK. DLH PADANG)
ASRI: Median Jalan S Parman ditanami aneka tanaman, menambah suasana perkotaan tampak asri dan hijau.(DOK. DLH PADANG)
Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sangat diperlukan di berbagai kawasan perkotaan di Kota Padang. Oleh karena itu, upaya untuk mengoptimalkan kawasan RTH terus dilakukan, sehingga kawasan perkotaan tampak asri dan hijau.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Mairizon mengatakan secara spesifik, RTH publik yang dikelola oleh DLH Padang berupa RTH Taman dan RTH Jalur Hijau Jalan.
Saat ini terdapat 40 titik lokasi RTH Taman di Kota Padang, dengan rincian 8 RTH Taman diantaranya merupakan taman aktif.

Adapun 8 RTH Taman tersebut yakni Taman Kota (RTH Imam Bonjol), Taman Lingkungan (Taman Rimbokaluang, Taman Digital, Taman Nanggalo, Taman Jati Gaung, Taman Tan Malaka, Taman Sawahan Timur, Taman Gurun Laweh Nan XX, Taman Parupuk Tabing).

Lalu Taman Pedestrian (Taman Juanda, Taman Polresta, Taman Soetomo, Taman Sisingamangaraja dan lainnya). Kemudian Taman Pulau Jalan (Taman Tugu Padang Area, Taman Tugu Joeng Sumatera, Taman DIPO, Taman Tugu Adipura dan lainnya).

Selanjutnya Taman Sempadan Pantai (Taman Muaro Lasak, Taman Naval Komodo) dan Kebun Bibit DLH Kota Padang. Ia menjelaskan, secara keseluruhan, luasan RTH publik yang dikelola DLH Padang baru mencapai 30 hektare atau 0,05% persen dari total luas Kota Padang.

Namun jika merujuk pada data Indeks Kualitas Tutupan Lahan Tahun 2021, tutupan hijau di Kota Padang sudah mencapai nilai 72,34.

“Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya sudah lebih dari 50 persen kawasan di Kota Padang ditutupi oleh tutupan hijau, sehingga yang perlu menjadi atensi saat ini adalah bagaimana cara mengoptimalkan penggunaan lahan hijau atau RTH publik agar dapat menjadi sarana untuk kegiatan sosial masyarakat,” tutur Mairizon.

Ini mengingat bahwa tren gaya hidup masyarakat saat ini salah satunya adalah dengan melakukan rekreasi pada ruang terbuka publik. Di samping itu, DLH Padang juga mengelola jalur hijau jalan terutama pada jalan arteri dan jalan kolektor di Kota Padang.

Keberadaan RTH jalur hijau jalan ini dapat mengurangi pencemaran udara serta dapat memberikan sentuhan keindahan, sehingga memberikan kenyamanan pada pengguna jalan.

Sebagai upaya menjadikan taman pada lahan sempit, DLH Padang juga melakukan inovasi dengan menyediakan taman vertikal pada median Jalan Khatib Sulaiman guna meningkatkan estetika dan kualitas lingkungan.

Begitu juga di lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. DLH Padang melaksanakan program inovasi dengan melakukan penghijauan melalui penanaman tanaman buah-buahan.

Penghijauan melalui tanaman buah ini tidak hanya akan memberikan manfaat secara estetis dan ekologis, namun juga dapat memberikan manfaat lebih karena pohon buah cenderung berusia panjang dan dapat dipanen berulang kali.

“Selain itu, hasil dari pohon tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar menjadi sumber perekonomian,” ungkap Mairizon.

Saat ini, 10 hektare dari 17 hektare lahan TPA Aiedingin merupakan zona pasif. Zona pasif TPA didefinisikan sebagai zona yang bebas dari tumpukan sampah atau dalam arti lain zona ini sudah penuh dan telah ditutupi lapisan tanah.

Sehingga memungkinkan untuk ditanami pepohonan dan menjadi area hijau atau lokasi wisata. “Di beberapa kota di Indonesia, zona pasif ini ditutupi dengan rumput atau ditutupi dengan HDPE (High Density Polyethylene),” jelas Mairizon.

Dalam pelaksanaan program inovasi ini, DLH Padang mengajak kolaborasi dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Padang melalui program CSR-nya, ikut serta dalam pengadaan polongan beton sebagai wadah dalam penanaman tanaman buah.

Kegiatan kolaborasi ini juga sudah dilakukan dalam penanaman tanaman hias pada median Jalan Bypass sepanjang 2,1 km, sehingga jalan yang menghubungkan pergerakan masyarakat menuju pusat pemerintahan Kota Padang ini dapat terlihat indah dan asri.

Sedangkan untuk pengadaan bibit pohon buah pada TPA Aiedingin berasal dari kompensasi/ penggantian dari tindakan penebangan pohon pelindung yang diajukan oleh masyarakat.

Tercatat hingga saat ini, tanaman buah yang sudah ditanam berjumlah 256 batang, terdiri dari tanaman jambu jamaica, jambu madu, lengkeng, dan mangga. “Kita berharap ke depannya jumlah tanaman buah di TPA Aiedingin dapat terus bertambah, sehingga tercipta lingkungan TPA yang nyaman dan asri,” harapnya. (eri) Editor : Novitri Selvia
#rth #DLH Padang #HDPE