Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

11 Tahun Hotel Mercure Padang: Gaya Baru, Modern, dan Melodi Minang

Novitri Selvia • Rabu, 13 Juli 2022 | 10:33 WIB
JALIN SILATURAHMI: General Manager Mercure Padang Subhan (tiga dari kiri) berbincang-bincang dengan Direktur Padang Ekspres M Nazir Fahmi (tiga dari kanan) yang didamping Wakil Direktur Heri Sugiarto (dua dari kiri) di Hotel Mercure Padang, kemarin.(SHYNT
JALIN SILATURAHMI: General Manager Mercure Padang Subhan (tiga dari kiri) berbincang-bincang dengan Direktur Padang Ekspres M Nazir Fahmi (tiga dari kanan) yang didamping Wakil Direktur Heri Sugiarto (dua dari kiri) di Hotel Mercure Padang, kemarin.(SHYNT
Sebelas tahun sudah Hotel Mercure beroperasi di Padang. Tepatnya, jatuh pada Senin (11/7) lalu. Nah, sejalan dengan itu hotel bintang empat tersebut berencana untuk menampilkan gaya baru. Seperti apa?

MANAJEMEN hotel yang berlokasi di sekitar Pantai Purus itu ingin tampil dengan sentuhan berbeda. Selain dari segi dekorasi, juga akan menghadirkan hiburan akhir pekan untuk para pengunjung hotel.

Konsepnya, tampil dengan gaya modern sekaligus menghidupkan ciri khas Minangkabau seperti untaian melodi musik Minang. ”Kita akan hadirkan dekorasi dengan konsep terbaru. Kita akan hadirkan band ada DJ juga, rencananya itu khusus weekend saja.

Yakni, khusus Jumat malam dan Sabtu malam,” ujar General Manager Mercure Padang Subhan saat Direktur Padang Ekspres M Nazir Fahmi, Wakil Direktur Heri Sugiarto, Pemimpin Redaksi Rommi Delfiano, dan Manajer Keuangan Yossi Ariesta menyambangi hotel tersebut kemarin.

Kedatangan jajaran pimpinan koran terbesar di Sumbar itu untuk mengucapkan selamat anniversary yang ke-11 kepada manajemen dan karyawan Mercure Padang. Ucapan selamat itu juga diiringi dengan buah tangan berupa kue ucapan selamat ulang tahun.

Terkait rencana perubahan tampilan itu, sentuhan gaya-gaya mancanegara akan tetap menjadi pilihan. Karena, umumnya hotel tersebut menjadi pilihan turis mencanegara. Kendati demikian, untuk menghadirkan ciri khas Minangkabau, Mercure Padang akan hadirkan kesan berupa musik melodi Minangkabau yang juga akan menghibur para pengunjung.

”Selain itu, kita juga akan berikan konsep Minangkabau pada kostum pegawai. Baik yang menyambut tamu dan pegawai lainnya. Sehingga, hal itu bisa menjadi ciri khas kita,” terangnya.

Dengan konsep baru tersebut, harapan demi harapan mengalir dari GM Mercure Padang ini. Seperti, pengunjung dapat nyaman dan menikmati libur akhir pekan dengan menonton pertunjukan live music. Rencananya juga akan ada tarian yang dipertunjukkan di outlet yang berdekatan dengan fasilitas restoran dari hotel tersebut.

”Tamu kita banyak yang dari mancanegara. Nanti mereka yang stay di hotel akan kita hibur malam akhir pekannya dengan live music di outlet kita ini,” tekan Subhan.

Kemudian, Mercure Padang juga meng-upgrade furniture dan melakukan perbaikan pada beberapa kamar. ”Bagaimanapun bangunan ini sudah berdiri selama 11 tahun. Pasti ada bagian-bagian yang sudah lusuh dan butuh pembaruan baik dari segi bangunan dan furniture yang harus diperbarui. Dan, kita sudah lakukan itu,” katanya.

Dengan pembaruan tersebut, Mercure Padang berharap dapat menjadi pilihan untuk para turis lokal maupun mancanegara menginap di hotel tersebut. Sebab hotel ini menawarkan kenyamanan dan fasilitas yang memadai.

”Dari segi pelayanan ataupun dari segi kualitas hotel akan terus kita tingkatkan. Begitu juga dengan menu-menu yang ada di restoran,” katanya lagi.

Menu Baru

Kali ini, menu baru Mercure Padang adalah noodles. Menu ini memiliki 2 varian. Executif Chef Restoran Mercure Padang Kustiadi Suwandi mengatakan, menu terbaru ini hadir agar pengunjung hotel tak bosan dengan menu yang ada.

”Kita hadirkan 2 varian, boiled noodles dan fried noodles. Boiled noodles ini seperti mi tomyam, mi kocok bandung, mie godog, dan kwetiaw kari ayam. Serta fried noodles yakni mie goreng hongkong, mie goreng jawa, dan kwetiaw goreng,” jelasnya.

Menu terbaru ini, kaya akan rempah dan toping. Rempah-rempah yang digunakan sama dengan rempah pada umumnya seperti bawang merah, bawang putih, cabai dan rempah lainnya. ”Meskipun rempah yang digunakan sama, namun yang membuat berbeda adalah rasanya dan juga dapat dinikmati setelah berenang,” tuturnya.

Untuk boiled noodles, toping-nya ada bakso, udang dan mie kwetiaw yang menggiurkan. Ditambah dengan irisan daun bawang yang menambah keestetikan noodles tersebut.
Sementara untuk fried noodles, juga ada taburan bakso, mi goreng, daun sawi dan campuran telur yang dibaur menjadi satu. Lalu, diperkaya dengan bumbu rempah.

”Mi yang kita gunakan adalah mi fresh. Artinya, langsung diproses di pabrik dan mi itulah yang kita proses membuat noodles, menu terbaru ini,” katanya.

Bukan hanya pengunjung hotel yang dapat mencicipi menu ini. Namun, untuk masyarakat sekitar yang mau mencicipi masakan khas Mercure Padang dan merasakan suasana makan di hotel ini dapat memesannya dengan harga Rp 50 ribu saja.

”Untuk yang mau pesan paket swimming, maka diberikan juga noodles ini komplet dengan minumannya. Untuk minumannya kita sediakan watermelon juice dan lemon tea,” katanya.

Apabila menu kali ini banyak diminati oleh pengunjung, maka menu ini akan bertahan dua hingga tiga bulan ke depan. Sama seperti menu sebelumnya, rice bowl. ”Rice bowl sebelumnya banyak peminatnya sehingga menu ini bertahan sampai setahun belakangan,” tuturnya. (***) Editor : Novitri Selvia
#pantai purus #11 tahun #Hotel Mercure Padang