Inilah pulalah dirasakan usaha minuman instan menggunakan bahan baku jahe merah ”ar-Ridhwan” di Jl Durian Tigo Batang, Kelurahan Koronggadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Unit usaha dikelola Muhammad Ridhwan ini menggunakan peralatan yang masih terbatas. Minuman jahe instan ini difomulasi dengan rempah-rempah dan bahan berkualitas baik, sehingga memiliki cita rasa khas.
”Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam pembuatan bubuk jahe instan ini. Di antaranya, proses pemasakan kualitas bahan baku, umur jahe, jenis rempah yang digunakan, ekstraksi jahe, suhu pemasakan. Jika pada pengerjaan tidak sesuai, maka jahe instan yang buat bisa jadi gagal dan mengakibatkan kerugian,” ujar Ridhwan kepada wartawan di Padang, baru-baru ini.
Menurut dia, banyaknya permintaan masyarakat terhadap produk minuman rempah instan ini, membuatnya berusaha kuat untuk dapat memenuhi permintaan tersebut. Kendala utama adalah belum semua proses pengolahan jahe merah yang masih belum menggunakan bantuan alat dan belum optimal, sehingga produksinya masih terbatas.
Mujurnya, persoalan ini mendapat perhatian dari Tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Prodi Teknologi Industri Pertanian Unidha Padang.
Tim dan mitra telah mengadakan diskusi untuk menemukan solusi dari permasalahan mitra tersebut. Dari hasil diskusi tersebut, tim pengabdian bersama mahasiswa melakukan kunjungan untuk memberikan bantuan berupa alat spinner.
”Alat ini untuk mempermudah proses pemerasan ekstrak jahe merah yang telah digiling menggunakan mesin dish mill. Sebelumnya, mitra menggunakan alat pres sederhana dengan bantuan dongkrak yang membutuhkan waktu cukup panjang. Setelah melalui percobaan, mesin spinner dirasa dapat membantu proses pemisahan ekstrak jahe merah dengan ampasnya lebih mudah, serta tidak membutuhkan waktu lama seperti bila dilakukan dengan peralatan sebelumnya,” terang Ketua Tim Pelaksana PKM Dr Sri Mutiar SPt MP.
Menurut dia, tujuan PKM ini untuk optimalisasi rangkaian proses pengolahan untuk meningkatkan produktivitas minuman instan.
Dengan menggunakan alat ini diharapkan bisa membuat usaha lebih berkembang dan peningkatan jumlah produksi dari usaha minuman melalui penerapan teknologi yang tepat di masyarakat. Hingga, dapat mempermudah proses pengolahan dan mampu meningkatkan pendapatan.
”Diharapkan penerapan teknologi tepat guna dalam produksi minuman rempah instan ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk dengan mutu lebih terjamin dan mampu menghasilkan tambahan pendapatan bagi mitra, serta masyarakat secara luas,” ujar dia. (cr8)
Editor : Novitri Selvia