Ia menceritakan, jalan di kawasan Simpangharu, tepatnya di sekitar Tugu Api sudah lama tidak diperbaiki, bahkan sudah semakin parah. Menurutnya, jalan tersebut sudah hampir delapan tahun tidak diperbaiki.
“Keadaan seperti ini sudah lama, mungkin ada sekitar delapan tahunan, saya juga kurang tau berapa tahun pastinya. Yang jelas, selama saya tinggal di sekitar sini, jalananan sudah rusak,” jelasnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan, karena jalanan ini merupakan kawasan padat penduduk, banyak sekolah. Jika tidak segera diperbaiki, ia khawatir akan menyebabkan kecelakaan, mengingat banyaknya anak sekolah yang melintas dan bersekolah di kawasan Simpangharu.
“Di sini banyak anak sekolah, takutnya nanti terjadi kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan, siapa yang mau bertanggung jawab,” tuturnya.
Berdasarkan pantauan Padang Ekspres, kondisi jalan memang sudah banyak yang berlubang. Kerusakan jalan sekitar 15 meter. Diharapkan masyarakat yang ingin melintasi jalan Simpangharu, berhati-hati. Apalagi banyak siswa-siswi dan masyarakat yang beraktivitas di bahu jalan, karena memang kawasan anak sekolah.
Sementara itu, seorang pedagang yang berjualan di sekitar Jalan Simpangharu, Hendro S, 38 selalu berpesan kepada anak sekolah agar tetap berhati-hati saat hendak melintas di bahu jalan yang rusak, karena takut disenggol angkot atau kendaraan lain yang menghindari lubang.
“Saya rutin berpesan pada anak-anak sekolah untuk hati-hati, karena kondisi jalan banyak yang berlubang, jadi kendaraan yang melintas kebanyakan mengambil bahu jalan saat melintas,” jelasnya.
Ia berharap jalan segera diperbaiki, mengingat sedang ada perbaikan jalan, untuk mencegah dan mengantisipasi kejadian-kejadian yang lebih parah. “Kasihan anak-anak yang mau sekolah, kondisi jalan di depan sekolah mereka tidak terawat,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Padang, Tri Hadiyanto mengatakan perbaikan jalan ini merupakan skala prioritas, yang diutamakan untuk jalanan yang memang sudah tidak layak atau rusak parah.
Perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh, tetapi akan dilakukan secara bertahap karena kondisi anggaran yang tidak memadai. Ia berharap masyarakat bersabar dahulu, perbaikan akan dilakukan karena ini memang tugas dari pemerintah.
“Kita akan perbaiki, tapi sabar dulu, anggaran kita tidak cukup, namun kita akan lakukan semaksimal mungkin agar semua jalan terpenuhi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, anggaran perbaikan jalan untuk tahun ini hanya 4.9 kilometer, namun sampai saat ini pihaknya telah berhasil melakukan pemeliharaan jalan sekitar 22 kilometer.
“Pemeliharaan ini kita lakukan secara rutin. Kita sudah berhasil melakukan pemeliharaan sejauh 22 kilometer. Bahkan masih bisa mencapai 25 kilometer hingga akhir tahun, sementara anggaran hanya sejauh 4,9 kilo,” tukasnya. (cr8) Editor : Novitri Selvia