Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pedagang Takjil Dadakan Menjamur

Novitri Selvia • Jumat, 31 Maret 2023 | 11:14 WIB
RAMAI: Pedagang takjil di Jalan Kawasan Gunungpangilun sedang melayani pembeli, kemarin (30/3).(SARAH AULIA SEPTIHANA/PADEK)
RAMAI: Pedagang takjil di Jalan Kawasan Gunungpangilun sedang melayani pembeli, kemarin (30/3).(SARAH AULIA SEPTIHANA/PADEK)
Pedagang takjil dadakan mulai menjamur di Kota Padang minggu pertama Ramadhan 1444 Hijriyah. Bahkan, pedagang takjil tersebut berjualan di sejumlah bahu jalan yang ada di Kota Padang.

Pantauan Padang Ekspres, kemarin di pinggiran jalan kawasan Gunungpangilun, sudah dipenuhi oleh sejumlah pedagang takjil, seperti yang menjual lauk pauk, gorengan, aneka jenis kue, es buah, dan masih banyak lainnya. Masyarakat pun ramai membeli takjil di lokasi tersebut.

Salah seorang pedagang takjil di sana Nizar putra, 28, mengatakan, penjualan takjil di minggu awal bulan Ramadhan terpantau meningkat. Apalagi lokasinya berjualan saat ini berada di sekitar area kampus dan pusat keramaian lainnya.

“Alhamdulillah, selama seminggu berpuasa, jualan saya selalu habis. Dan itu sangat membawa berkah sekali untuk saya walaupun hanya berjualan minuman saja, tapi sudah mendapatkan pendapatan yang lumayan dari biasanya,” ujarnya.

Ia mengatakan, anak kos yang tinggal di dekat kampus belum libur dan pulang kampung, sehingga penjualan semakin laris. “Kalau habis semua Alhamdulillah sekali bisa dapet omzet sekitar Rp 500 ribu,” ungkapnya.

Pedagang lainnya Cindy Puspita, 30, mengaku mengalami peningkatan penjualan sejak awal puasa. Kue-kue dan gorengan yang ia jual pun harganya sangat terjangkau di saku mahasiswa.

“Untuk Ramadhan kali ini lumayan meningkat dibandingkan sebelumnya. Soalnya untuk saat ini kan mahasiswa masih pada masuk belum libur dan juga rata-rata sudah pada tatap muka,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli Desty Ramadhani, 22, mengatakan, karena jam kuliah kadang sampai sore sehingga ia tidak bisa menyiapkan makanan untuk berbuka dan mengharuskan untuk membeli di pasar-pasar pabukoan. (cr11) Editor : Novitri Selvia
#Gunungpangilun #pedagang takjil