Salah seorang penjual parcel, Messy mengaku sudah merintis usaha parcel sejak kuliah. Ia mempromosikan usahanya itu di sejumlah media sosial, seperti instagram dengan nama fee_rainbow.pdg.
Ia mengatakan, orderan parcel ini memang tidak menentu. Soalnya sebelum bulan Ramadhan saja sudah banyak dan cukup lumayan yang mau mengikuti pre order (PO) atau memesan terlebih dahulu.
Ia juga menambahkan, biasanya puncak ramainya pembeli itu seminggu sampai sehari mau Lebaran. “Kalau untuk perbandingan dengan tahun lalu, tahun ini sedikit mengalami peningkatan.
Untuk harga parcel ia mematok mulai dari Rp 125 ribu sampai Rp 1 juta. Dan untuk jenisnya sendiri ia mempunyai 2 jenis, yaitu parcel snack dan keramik.
Penjual parcel lainnya Noviana mengatakan untuk hari-hari biasa ia menjual buket bunga, snack, uang, dan lainnya. Tapi karena memasuki bulan Ramadhan ia mulai membuat parcel dan hampers Lebaran.
“Biasanya saya sebelum puasa sampai awal puasa sudah mulai mempromosikan parcel dan hampers, sehingga buat temen-temen yang mau order sudah bisa langsung saya terima dan saya list terlebih dahulu,” ujarnya.
Sedangkan untuk jenisnya ia mengatakan, membuat berbagai jenis model, ukuran dan isi yang berbeda-beda sehingga banyak pilihan untuk para pembeli nantinya. Dan untuk harga pun bervariasi ia mematok mulai dari Rp 140 ribu sampai Rp1 juta.
“Nah untuk cara order-nya gampang karena kami belum mempunyai store jadi cukup via online saja, seperti WA dan Instagram, dan pembayarannya via transfer. Sedangkan untuk parcel dan hampersnya bisa di antar dan bisa diambil sendiri juga,” jelasnya.
Ia juga mengatakan, biasanya puncak pembeli ramai pertengahan Ramadhan. Ia pun akan tutup order satu minggu sebelum Lebaran. Untuk omzet yang ia dapatkan perkiraan sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 jutaan. (cr11) Editor : Novitri Selvia