Mereka menuntut kehadiran Wali Kota Padang atau Wakil Wali Kota Padang untuk bisa menemui mereka. Tetapi, para pendemo ditemui oleh Plt Kasat Pol PP Padang Raju M Chaniago.
"Anak-anak kami butuh biaya sekolah. Kami butuh makan, sudah seminggu kami di larang berjualan. Kemana kami akan mengadu lagi pak," ucap Rani salah seorang pendemo dalam aksi tersebut, Kamis (21/9)
Selain membentangkan poster, para pendemo juga menghadirkan jenazah mainan yang diselimuti kain, menandakan matinya mata pencaharian para PKL yang telah lama berdagang di Pantai Padang.
"Kami hanya para penjual jajanan jalanan pak, jika kami digusur dengan apa kami menghidupi keluarga kami pak," jelas Febi, pendemo lainnya.
Plt Kasat Pol PP Padang Raju dalam kesempatan itu, mencoba berdialog dengan para PKL. Menurutnya, ia hanya bisa menampung aspirasi dari PKL untuk dibicarakan di tingkat pimpinan.
"Kami akan tampung aspirasi para PKL ini, dan akan bawa untuk dibicarakan di tingkat pimpinan," ujarnya pada wartawan.
Setelah ditemui Plt Kasat Pol PP Padang Raju M, para pendemo tetap menutup akses dua arah di Jalan Samudera, dengan pengawalan aparat kepolisian.
"Kami hanya ingin bertemu dengan Wako Padang atau Wawako. Biarkan kami menutup akses jalan ini," tutupnya. (*) Editor : Hendra Efison