Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Alfiadi mengatakan, setelah mendapatkan informasi terkait beras sintetis tersebut, pihaknya bersama semua pemangku kepentingan langsung mengambil tindakan untuk memastikan di Kota Padang tidak ada beras sintetis.
“Adanya isu beras sintetis di Bukittinggi, kita memastikan tak ada beras sintetis di Kota Padang,” tegasnya.
Salah seorang pedagang beras di Pasar Raya Padang, Robi Yuliandi mengatakan dirinya memilih beras yang betul-betul pilihan dan mengantisipasi beras-beras yang murah.
“Sejak kasus beras sintetis itu saya juga waswas sebagai penjual beras karena isunya sudah sampai di telinga kami, tapi insya Allah kami menyediakan beras yang berkualitas dan langsung diambil kepada petani,” ungkapnya.
Untuk harga, sebutnya, sudah mulai stabil dari biasanya. Dimana beras Solok dijual sekitar Rp15 ribu per kg dan beras Bulog lebih murah Rp13.500 per kg. Ia menyebut, beras yang dijualnya berasal dari heller dan beras Thailand yang dibeli dari Bulog. (s) Editor : Novitri Selvia