Kepala DPMPTSP Kota Padang Swesti Fanloni kepada Padang Ekspres, Rabu (22/11) mengatakan, pemindahan MPP Kota Padang dari Pasar Raya ke Plaza Andalas akan dilakukan tahun 2024 mendatang. Rencana pemindahan itu dilakukan karena lokasi MPP saat ini dinilai kurang efektif dalam pelayanan administrasi masyarakat, karena berada di kawasan pasar.
“Awalnya lokasi MPP yang berada di Pasar Raya Padang hanya untuk sementara saja. Namun hingga saat ini MPP masih berada di lokasi itu. Maka dari itu ada rencana pemindahan lokasi,” jelasnya.
Menurutnya, selain lokasi yang kurang strategis, masyarakat yang hendak menuju ke MPP tentu akan merasa sedikit terganggu dengan melewati aktivitas pasar terlebih dahulu.
“Agar pelayanan lebih prima, kita perlu MPP yang lebih proper. Saat ini di Kota Padang masih membutuhkan MPP secara fisik sebagai panduan masyarakat. Ditambah lagi angka kunjungan ke MPP yang cenderung berada di atas 1.000 setiap bulannya,” ujar Swesti.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk saat ini pihaknya tengah mempersiapkan beberapa hal guna merencanakan pemindahan lokasi MPP ini. Dimana target pemindahan ini akan dilaksanakan pada tahun 2024.
Ia menambahkan, kebanyakan dari masyarakat lebih memilih untuk langsung ke MPP agar tidak salah dalam menginput data ke sistem Online Single Sumbmission (OSS) yang tersedia. Kemudian, di MPP sudah ada petugas yang nantinya akan memandu pengunjung, sehingga dapat mengantisipasi kesalahan.
Sementara itu, awal tahun 2024, Kota Padang akan mulai mengimplementasikan MPP digital dengan tidak menghilangkan MPP yang sudah ada. Hingga saat ini, setiap bulannya hampir 1.000 sampai 1.500 pengunjung yang datang ke MPP Kota Padang per bulannya untuk mengurus administrasi yang dibutuhkan.
“Apabila MPP dihilangkan secara mendadak, maka yang akan kesulitan dalam pengurusan administrasi adalah masyarakat Kota Padang juga. Sebab tidak seluruh masyarakat kota Padang melek akan teknologi,” tuturnya.
DPMPTSP Kota Padang mencatat hingga Oktober 2023, kunjungan ke MPP mencapai 20.807 orang. Sementara, tahun lalu hanya tercatat sebanyak 19.407 kunjungan. Artinya terdapat peningkatan kunjungan dan iklim perizinan di Kota Padang terbukti semakin membaik. (s) Editor : Novitri Selvia