Dalam serangan tersebut, satu prajurit TNI bernama Kopda Hendrianto gugur akibat terkena tembakan di kepala. Satu prajurit lainnya, Pratu Verengki Iman Setia Gulo, terkena serpihan peluru di perut sebelah kanan.
Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Rayen Obersyl mengatakan, penyerangan terhadap Pos Buohsa Satgas Yonif 133/YS di Papua Barat Daya oleh KKB terjadi setelah personel selesai mengamankan ibadah Natal di Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat.
Korban gugur akibat terkena tembakan di kepala dari pipi sebelah kanan tembus bagian kepala belakang. Kemudian satu orang lagi atas nama Pratu Verengki Iman Setia Gulo terkena serpihan peluru di perut sebelah kanan.
“Alhamdulillah, kemarin serpihan peluru itu sudah berhasil dioperasi dan diangkat hari ini, dengan kondisinya sudah normal kembali. Situasi sekarang untuk masyarakat berjalan normal tapi memang di daerah-daerah tertentu kadang-kadang mencekam,” jelasnya.
Atas peristiwa ini, Danrem sangat mengecam perbuatan tidak terpuji KKB tersebut, karena mereka melakukan penyerangan dimana umat nasrani semestinya melaksanakan ibadah dan hari suci bagi umat Kristiani.
“Untuk itu saya mengajak seluruh pendeta-pendeta di Gereja Katolik maupun Protestan, mari kita sama-sama mengecam tindakan KKB, karena mereka telah mencederai hari suci Natal,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Danrem juga mengajak seluruh warga negara, khususnya di Sumatera Barat untuk mendoakan almarhum semoga diterima amal ibadahnya dan diberikan tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Ia menambahkan, hari ini (kemarin, red) jenazah masih berada di Batalyon 762/VYS Kodam XVIII/Kasuari. Direncanakan akan diterbangkan dari Sorong ke Makasar pukul 14.45 WIT dan tiba di Makassar pukul 15.45 WITA.
Kemudian transit di Makassar, lanjut penerbangan dari Makassar-Cengkareng tiba pukul 17.45, bermalam di terminal Cargo Cingkareng dan dilanjutkan penerbangan ke Padang besok pagi (hari ini) pukul 07.30. Tiba di Padang pukul 09.15.
Jenazah disemayamkan sementara di Makorem 032/Wbr dan selanjutnya akan diberangkatkan menuju kampung halaman korban di daerah Kabupaten Kerinci untuk dimakamkan. (y) Editor : Novitri Selvia