Dosen pembimbing mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Unidha MA Dalmenda, S.Sos, M.Si mengatakan, puluhan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Unidha tersebut sengaja mengunjungi Padang Ekspres untuk melihat langsung bagaimana cara kerja dan praktik dari ilmu jurnalistik di lapangan.
“Selama ini kan mereka (mahasiswa) di kelas hanya belajar tentang teorinya saja terkait ilmu jurnalistik. Jadi dengan mengunjungi Padang Ekspres, mereka bisa melihat langsung bagaimana seorang jurnalis bekerja di bidang jurnalistik,” jelasnya.
Ia menambahkan, ilmu jurnalistik sangat harus dimiliki oleh generasi muda, khususnya para mahasiswa Ilmu Komunikasi. Dengan ilmu jurnalistik tersebut, mereka bisa melakukan praktik menulis dengan baik sesuai dengan aturan, dan juga mencerna informasi yang didapatkan dari berbagai sumber.
“Mudah-mudahan dengan kunjungan ke Padang Ekspres ini, mahasiswa kami bisa mendapatkan pengetahuan dan pencerahan tentang dunia jurnalistik dan bagaimana ilmu tersebut bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pemimpin Redaksi (Pemred) Padang Ekspres Rommi Delfiano, didampingi Redaktur Padang Ekspres Zulkarnaini, mengatakan, di tengah pesatnya perkembangan zaman, salah satu yang mudah diakses oleh masyarakat lewat smartphone-nya adalah informasi.
Bahkan ia menyebut, diantara banyaknya informasi yang didapatkan itu, pasti ada informasi yang belum tentu kebenarannya. Jika pembaca tidak berhati-hati dalam mencerna informasi, maka mereka bisa menjadi penyebar informasi tidak benar atau hoaks.
“Untuk itu penting bagi seseorang, khususnya generasi muda, bisa mencerna dan menyeleksi mana berita yang benar dan mana yang salah. Salah satu untuk bisa membedakan informasi itu adalah dengan pemahaman ilmu jurnalistik,” katanya.
Menurutnya, dengan pemahaman yang baik terhadap ilmu jurnalistik, bisa menghindari seseorang dari berita atau informasi yang salah. Orang yang memiliki literasi jurnalistik, pasti akan mencari tahu terlebih dahulu kebenaran dari informasi yang mereka terima.
“Jadi tidak langsung share atau membagikan begitu saja informasi yang kita dapatkan. Harus dicari tahu dulu sumbernya benar atau tidak. Karena kalau salah, ada aturan dan sanksi yang bakal diterima,” pungkasnya. (adt) Editor : Novitri Selvia