Hal itu dikatakan Camat Padang Barat Pagara saat membuka Rakorbang Belakangtangsi di Hotel Hayam Wuruk, Senin (22/1). Ia menjelaskan, proses Rakorbang ini diawali dari rembuk warga di tingkat RW. Dalam rembuk warga tersebut, masing-masing RW mengusulkan 5 usulan kegiatan.
Jika di Kelurahan Belakangtangsi ini ada 6 RW, maka ada 30 usulan kegiatan yang terhimpun dari masing-masing RW. Ditambah tiga usulan dari disabilitas, kepemudaan dan keagamaan. Sehingga totalnya 33 usulan kegiatan.
“Dari 33 usulan itu akan dikerucutkan menjadi 2 usulan per RW, sehingga ada 12 usulan yang akan dirumuskan pada Rakorbang ini, ditambah 3 usulan lainnya. Sehingga totalnya ada 15 usulan,” jelasnya.
Dari 15 usulan tersebut, dirinci 2 untuk fasling, 1 manunggal dan 2 untuk infrastruktur. “Jadi, silakan nanti tentukan kegiatannya,” jelas Pagara.
Ia menambahkan, dari semua usulan itu tidak semuanya bisa diakomodir. Oleh karena itu, masyarakat bisa memanfaatkan dana pokir anggota dewan baik tingkat kota, provinsi dan pusat.
Sehingga usulan yang tidak terakomodir itu bisa direalisasikan melalui pokir anggota dewan. “Silakan bapak/ibu membuat proposal dan serahkan kepada wakil rakyat kita di legislatif,” tutur Pagara.
Ia berharap, pada rakorbang ini para peserta dapat secara aktif menyampaikan usulan-usulannya, terutama usulan yang betul-betul prioritas di wilayahnya masing-masing.
Sementara itu, Lurah Belakangtangsi Syafardi Z mengatakan, rakorbang ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menyusun perencanaan pembangunan di kelurahan tersebut. Rakorbang ini diawali dari rembuk warga, lalu dilanjutkan dengan rakorbang kelurahan.
Dalam rembuk warga tersebut, berbagai usulan disampaikan masyarakat melalui RT/RW seperti di bidang fisik dan prasarana diantaranya pengecoran dan pengaspalan jalan, pengecoran bahu jalan, pengerukan sedimentasi, perbaikan riol/saluran drainase, pemasangan lampu jalan, perbaikan trotoar, pembuatan taman PKK, pembuatan MCK, pengadaan betor dan lainnya.
Sementara di bidang ekonomi seperti pelatihan menjahit, membuat kue, pelatihan perbaikan AC, servis motor, perbaikan HP, membuat karangan bunga, penyediaan WC protable, pelatihan memasak dan masih banyak lagi.
Kemudian di bidang sosial budaya seperti wirid remaja, pelatihan bela diri, baju seragam majelis taklim, pelatihan penyelenggaraan jenazah, pelatihan bundo kanduang, pelatihan kebencanaan, olahraga dan masih banyak lagi.
“Dari sejumlah usulan itu, nanti akan diusulkan 2 usulan di masing-masing RW. Jadi kita punya 12 usulan yang akan dibawa ke tingkat kota nantinya,” jelasnya.
Kelurahan Belakangtangsi juga memberikan reward kepada tiga RW terbaik dalam pelaksanaan kegiatan rembuk warga. Reward ini guna memotivasi sekaligus memberikan penghargaan bagi RW yang telah menyelenggarakan rembuk warga dengan baik dan menghasilkan usulan yang mengakomodir kepentingan masyarakat. Penilaiannya berdasarkan tingkat partisipasi warga, usulan, serta ketepatan waktu dalam melaporkan hasil rembuk warga.
Rakorbang kelurahan ini dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Padang Ferry Erviyan Rinaldy, Ketua LPM Belakangtangsi Zulkifli Azis, RT/RW se-Kelurahan Belakangtangsi, babinsa, bhabimkantibmas, perwakilan puskesmas, tokoh masyarakat, pemuda dan pihak-pihak terkait lainnya. (eri) Editor : Novitri Selvia