Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tak Ubah Mindset, IKM Sulit Berkembang

Zulkarnaini Padek • Rabu, 17 Juli 2024 | 10:15 WIB

Kepala Disperindag Sumbar Novrial menyerahkan satu set peralatan las didampingi Kepala UPTD Logam Darman kepada salah seorang peserta, kemarin. (ZULKARNAINI/PADEK)
Kepala Disperindag Sumbar Novrial menyerahkan satu set peralatan las didampingi Kepala UPTD Logam Darman kepada salah seorang peserta, kemarin. (ZULKARNAINI/PADEK)
PADEK.JAWAPOS.COM—Minimnya pengalaman sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, menjadi salah satu faktor penyebab pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) sulit melakukan pengembangan usaha. Untuk itu, pelaku usaha dituntut harus mengubah mindset atau pola pikir jika ingin maju dalam menekuni usahanya.

Ini diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sumbar Novrial saat memberikan arahan dalam bimbingan teknis (Bimtek) Produksi Wirausaha baru IKM logam mesin di Imelda Hotel, kemarin.

Menurutnya, beberapa kelemahan IKM saat ini adalah, pertama rata-rata para pelaku IKM tidak memiliki rencana bisnis yang mumpuni. Mau jadi apa, mau sebesar apa, bagaimana cara melaksanakan, kemudian mau padat teknis atau padat karya, itu tidak ada direncanakan.

Kedua, kebanyakan IKM di Sumbar berorientasi ke produksi. Karena itu, para pelaku IKM harus mampu menjawab keinginan pasar. Ketiga, para pelaku IKM tidak mampu menyusun branding, yang termasuk merek, tempat, warna dan sebagainya.

Lalu, keempat adalah network. Jaringan ini juga faktor yang paling penting dalam mendukung pengembangan usaha. Seperti halnya kelebihan order, ilmu yang bermanfaat, kerja sama ini tentunya membutuhkan jaringan yang kuat.

Kelima adalah promosi. Di mana, adakalanya pelaku IKM pemalu dalam mempromosikan usaha mereka dari mulut ke mulut. Padahal dengan mengenalan tersebut, pelaku IKM tersebut memiliki kesempatan untuk mengenalkan produk mereka ke tengah-tengah masyarakat.

Menyikapi persoalan tersebut, Disperindag Sumbar sudah berkontribusi terhadap program unggulan gubernur dan wagub yakni 100.000 milenial baru dan entrepreneur.

Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas pelaku IKM melalui Bimtek dengan kompetensi bisnis, kompetensi teknis praktik dan didaftarkan sebagai wirausaha dengan menguruskan Nomor Induk Berusahaan (NIB) melalui Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), sehingga mereka lebih giat lagi dalam berusaha.

“Setelah ini, barulah mereka kita catat dalam Sumbar preneur, ada aplikasinya. Kemudian dilakukan pemantauan untuk mememastikan usaha mereka bisa bertahan dan berjalan dengan baik,” ungkap Novrial.

Diakui, tahun lalu, pihaknya mendapatkan target 1.221 enterpreneur, dan tercapai 1.236 enterpreneur. Sedangkan tahun ini ditarget sebesar 2.000 wirausaha baru. Dan sampai saat ini sudah tercapai sekitar 1.200 enterpreneur. Dengan sisa waktu ini, pihaknya optimistis target ini bisa dicapai.

Ketua pelaksana Bimtek Produksi Wirausaha baru IKM logam mesin Darman menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis produksi bagi tenaga kerja logam mesin, dalam rangka penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru sektor IKM Logam Mesin di Sumbar.

Kegiatan yang dilaksanakan mulai 16-20 Juli 2024 ini, menggunakan dua metoda pelaksanaan dan materi kegiatan yakni, materi tentang tentang perizinan dan pembuatan NIB, dan tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) khususnya bagi IKM Logam Mesin. Lalu, praktek membuat produk las di Workshop Logam UPTD Logam Disperindag Sumbar.

“Ada 15 orang wirausaha baru dari Pariaman, Payakumbuh dan Pasbar, IKM logam mesin yang diseleksi. Mereka ini juga dibantu dengan mesin peralatan las masing-masing 1 set terdiri atas 1 unit travo las, 1 unit angle grinder dan 1 unit hand drill,” aku Darman. (zul)

Editor : Adetio Purtama
#industri kecil menengah (IKM) #Disperindag Sumbar