Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

104 Aktivis Perlindungan Anak Kota Padang Menyebar di Setiap Kelurahan, Bangun Komunikasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas

Hendra Efison • Kamis, 15 Agustus 2024 | 10:41 WIB
104 aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PAT BM) 2024-2027.
104 aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PAT BM) 2024-2027.

PADEK.JAWAPOS.COM—104 aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PAT BM) 2024-2027 dikukuhkan di Gedung Youth Center Padang. Para aktivis diminta segera berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Kelurahan masing-masing.

“PAT BM tersebar di setiap kelurahan se-Kota Padang untuk nantinya diharapkan bisa mengidentifikasi kasus kekerasan terhadap anak baik fisik, verbal, psikis, maupun seksual,” ujar Kepala DP3 AP2 KB, Eri Senjaya, saat pengukuhan, Kamis (5/8/2024) lalu.

Ia menyebut sampai 31 Juli 2024 ada 42 kasus kekerasan yang dialami oleh anak. Dari jumlah itu, yang terbanyak 19 kasus kekerasan seksual dan 17 kekerasan psikis. Ini baru yang dilaporkan.

Ia mengatakan, anak merupakan kelompok rentan terhadap kekerasan. Bentuk kekerasan biasanya dilakukan oleh orang yang dikenal seperti keluarga dan tetangga.

"Peran aktivis PAT BM adalah melakukan upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap, dan perilaku untuk memberikan perlindungan kepada anak," jelasnya.

Ia berharap, para aktivis PAT BM dapat meningkatkan koordinasi dengan perangkat masyarakat untuk meminimalisir kekerasan anak di tempat tinggal masing-masing.

"Jadi, setelah acara ini, bangun komunikasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas," imbaunya.

Eri Senjaya menambahkan, PAT BM adalah sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga di tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

Pengukuhan aktivis PAT BM dilakukan dengan ikrar dan penandatanganan bersama untuk mewujudkan lingkungan kelurahan tanpa kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Pengukuhan dilanjutkan dengan pelatihan pelatihan manajemen dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak. (*)

Editor : Hendra Efison
#Aktivis Perlindungan Anak #DP3 AP2 KB #Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat #babinsa #PAT BM #bhabinkamtibmas