Sebelum terjun ke dunia politik, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu awalnya berprofesi sebagai pengajar atau guru. Kepada Padang Ekspres Muharlion mengatakan, ia sempat mengajar di dua sekolah di Kota Padang.
“Jadi sebelum menjadi anggota DPRD Kota Padang, terlebih dahulu saya mengajar di SMK Dhuafa dan SMKN 1 Padang. Selain bekerja sebagai guru, saya juga aktif sebagai seorang dai hingga sekarang,” katanya.
Politisi yang sudah menjadi anggota DPRD Kota Padang sejak 2009 itu menambahkan, di tengah-tengah kehidupannya sebagai guru, pada tahun 2009 dengan restu dari sang istri, ia memantapkan diri untuk melangkahkan kakinya maju sebagai calon anggota DPRD Kota Padang. Tentunya keinginan itu membawa tujuan yang lebih besar, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan majunya saya sebagai anggota DPRD, aktivitas mengajar saya hentikan, dan fokus kepada amanah yang diberikan masyarakat sebagai anggota DPRD Kota Padang. Hingga berhasil melaju di periode keempat ini, kuncinya adalah amanah dan kepercayaan dari masyarakat,” ucapnya.
Sebagai pimpinan DPRD Kota Padang saat ini, Muharlion mengatakan, dirinya akan memperjuangkan aspirasi-aspirasi masyarakat. Persoalan pendidikan dan kesehatan menjadi hal- yang paling banyak disampaikan masyarakat kepadanya.
Ke depannya Muharlion akan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat , baik mengenai infrastruktur dan kebutuhan lainnya yang diinginkan oleh masyarakat Kota Padang.
“Tentunya kita sesuaikan dengan RPJMD kota. Tapi yang jelas bagi saya selama ini menganut sistem pembangunan partisipatif. Apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, itu yang kita perjuangkan. Karena itu real keinginan masyarakat bukan kita. Itulah yang akan kita tampung melalui reses dan kunjungan rutin dan kita sesuaikan dimana wewenang kita dan dimana wewenang pemerintah kota,” pungkasnya. (yud)
Editor : Adetio Purtama