Tak hanya itu, dia pun tercatat sebagai calon legislatif (caleg) dari Partai Gerindra yang meraih suara terbanyak di 19 DPRD kota dan kabupaten di Provinsi Sumbar.
Hasil yang diraihnya itu tentu menjadi bukti bahwasanya Manufer bisa menjalankan tugasnya dengan baik sebagai wakil rakyat. Dipercaya oleh masyarakat di daerah pemilihannya untuk kedua kalinya, tentu menjadi bukti bahwasanya dia telah berkontribusi kepada pemilihanya.
“Pada Pemilu 2019 lalu, saya diberi Amanah oleh masyarakat sebesar 1.786 suara. Dan di periode kali ini, saya diamanahkan sebesar 6.305 suara. Hasil itu menjadikan suara saya nomor dua terbanyak setelah Buya Muharlion di DPRD Kota Padang. Kemudian suara terbanyak dari Partai Gerindra di 19 kabupaten dan kota di Sumbar,” kata Manufer Putra Firdaus kepada Padang Ekspres.
Manufer bercerita, ia merupakan lulusan S1 Ilmu Politik di Universitas Andalas (Unand). Awalnya ia tidak tertarik sama sekali dengan dunia politik. Di tempat tinggalnya di Simpang Gia, Parupuaktabing, Kecamatan Kototangah, Manufer memiliki bisnis usaha Barber Shop yang ia tekuni dengan serius hingga kini.
Namun semua berubah ketika Manufer diajak bergabung ke salah satu organisasi sayap kepemudaan dari Partai Gerindra. “Awalnya tujuan saya hanya mencari pengalaman dan relasi, serta pengetahuan tentang struktur organisasi politik. Tapi seiring berjalannya waktu, saat dibuka pendaftaran caleg, saya diajak oleh rekan untuk ikut serta berpartisipasi dalam kontestasi Pemilu 2019,” kenangnya.
Meski ditawarkan menjadi caleg, Manufer sempat menolak, karena ia beralasan untuk fokus menjalankan usaha yang ia kembangkan. Namun karena diberikan pemahaman tentang dunia politik, akhirnya ia mempertimbangkan tawaran itu dan berkonsultasi dengan keluarga besarnya.
“Usai berkonsultasi dengan orangtua serta istri, akhirnya saya memutuskan untuk ikut open recruitmen caleg dari Partai Gerinda. Alhamdulillah dari beberapa caleg yang mendaftar, saya diberikan kesempatan untuk berkompetisi dengan nomor urut 7 di Dapil Kecamatan Kototangah. Alhamdulillah-nya lagi, saya langsung diberi amanah menjadi anggota DPRD Kota Padang di usia yang masih 25 tahun,” ungkapnya.
Setelah terpilih, Manufer langsung bergerak cepat berkontribusi kepada masyarakat dengan menampung aspirasi konstituen yang telah memilihnya. Hal itu ia lakukan karena ingin membuktikan bahwa anak muda dapat bekerja dan berbuat untuk kepentingan masyarakat banyak.
“Saya terus turun ke masyarakat tidak hanya di saat proses reses, tapi juga dalam berbagai momentum. Semua itu dilakukan untuk menampung aspirasi serta masukan dari masyarakat. Alhamdulillah banyaknya persoalan terlebih dampak ekonomi pascacovid yang berhasil dituntaskan, sehingga bisa membantu menggerakkan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, melalui dana pokok pikiran (pokir) Manufer mengoptimalkan pengembangan program kelompok usaha bersama atau UMKM di Kecamatan Kototangah. “Bukan uang yang kita berikan, namun sarana dan prasarana, seperti alat yang nantinya digunakan untuk mengembangkan usaha bagi anak muda atau ibu-ibu yang ada di dapil saya,” ujarnya.
Ke depannya, Manufer akan melakukan kolaborasi dengan Pemko Padang dalam menuntaskan persoalan yang masih belum tertuntaskan di periode pertamanya, baik itu yang bersifat infrastruktur, peningkatan SDM, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (yud)
Editor : Adetio Purtama