Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jadikan Pilkada 2024 Ajang Kompetisi Sehat

Eri Mardinal • Rabu, 25 September 2024 | 11:15 WIB

Ketua KPU Padang Dorri Putra memimpin Deklarasi Kampanye Damai Pilkada 2024 di Hotel Mercure, Selasa (24/9).
Ketua KPU Padang Dorri Putra memimpin Deklarasi Kampanye Damai Pilkada 2024 di Hotel Mercure, Selasa (24/9).
PADEK.JAWAPOS.COM—Pilkada adalah momentum penting bagi masyarakat dalam menentukan arah kepemimpinan daerah yang akan datang.

Melalui pilkada masyarakat dapat memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan positif, memajukan pembangunan serta menjaga keharmonisan di tengah-tengah masyarakat.

Oleh karena itu, setiap peserta pilkada memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga agar kontestasi politik tidak menjadi ajang yang memecah belah masyarakat, melainkan sebagai ruang untuk berkompetisi secara sehat dan menjunjung tinggi etika politik yang bermartabat.

Harapan itu disampaikan Ketua KPU Padang Dorri Putra saat Deklarasi Kampanye Damai Pilkada 2024 di Hotel Mercure, Selasa (24/9).

Deklarasi ini dihadiri para komisioner Arset Kusnadi, Arianto, Jefri Hariyanto, Randy Adi Tama dan Sekretaris KPU Agustian. Unsur Forkopimda, pimpinan parpol dan unsur terkait lainnya.

”Momen Deklarasi Kampanye Damai hari ini adalah perwujudan dari nilai-nilai demokrasi yang kita junjung tinggi. Demokrasi bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi bagaimana proses tersebut dilaksanakan dengan jujur, adil, terbuka dan damai,” tegas Dorri Putra.

Ia melanjutkan, kampanye damai bukan sekadar slogan atau seremonial belaka. Deklarasi ini adalah pernyataan komitmen untuk memastikan bahwa semua pihak, baik itu pasangan calon, tim kampanye, simpatisan, dan pendukung, menjalankan kampanye dengan penuh tanggung jawab.

”Kita semua memiliki kewajiban untuk mengedukasi masyarakat agar tidak terpengaruh oleh hoaks, ujaran kebencian, fitnah, atau bentuk-bentuk kampanye negatif lainnya yang dapat merusak persatuan dan kesatuan,” tuturnya.

Pilkada ini harus benar-benar menjadi ajang adu gagasan dan program, bukan adu kekuatan atau saling menjatuhkan. Biarkan masyarakat Kota Padang menilai calon pemimpin berdasarkan visi, misi, serta kemampuan mereka dalam memajukan daerah ini.

”Untuk itu, saya mengajak seluruh peserta pilkada untuk bersaing secara sehat, dengan mengedepankan sikap sportif dan menjunjung tinggi norma-norma demokrasi,” pesannya.

Ia juga berharap, pihak kepolisian dan seluruh aparat keamanan yang bertugas dapat bekerja sama dengan semua pihak untuk menjaga keamanan selama masa kampanye hingga hari pemilihan tiba.

Tidak hanya aparat keamanan, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga suasana kondusif. Setiap individu harus memahami keterlibatan dalam politik tidak berarti harus mengorbankan kedamaian dan stabilitas sosial.

Perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai perbedaan ini menimbulkan perpecahan.

”Saya juga mengingatkan kepada seluruh pihak, terutama para pendukung calon, agar tetap menjaga sikap saling menghormati. Hindari tindakan provokatif yang dapat memicu ketegangan di masyarakat. Kita semua harus bersatu padu menjaga ketertiban, sehingga Pilkada Kota Padang ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan damai,” ingatnya.

Ia juga menekankan bahwa media, baik media massa maupun media sosial, memiliki peran sangat penting dalam proses kampanye. Media adalah sarana untuk menyebarkan informasi dan mendidik masyarakat mengenai calon-calon yang akan bertarung dalam pilkada. Namun, media juga bisa menjadi alat yang berbahaya jika disalahgunakan.

Menurutnya, di era digital ini, informasi sangat cepat tersebar dan tak jarang ada pihak-pihak yang memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi yang tidak benar atau bahkan menyesatkan.

”Oleh karena itu, saya mengimbau kepada para peserta pilkada, simpatisan, dan pendukung masing-masing calon agar menggunakan media dengan bijak. Saring informasi sebelum menyebarkan, dan pastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan adalah benar adanya. Jangan gunakan media untuk menyebarkan kebencian atau memperkeruh suasana. Mari kita jadikan media sebagai alat yang positif untuk menyebarkan visi dan misi yang baik, serta program-program yang akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia yakin masyarakat Kota Padang adalah masyarakat yang cerdas dan dewasa dalam berpolitik. Kedewasaan berdemokrasi ini harus tercermin dalam sikap menghadapi pilkada.

Perbedaan pilihan bukan berarti harus memutuskan tali persaudaraan. Justru, perbedaan itu harus disikapi dengan lapang dada dan penuh penghormatan. Tidak ada gunanya memecah belah persatuan hanya karena pilkada yang berlangsung sesaat. Masa depan Kota Padang jauh lebih penting daripada sekadar kemenangan satu pasangan calon.

”Saya juga berharap kepada seluruh pemimpin partai politik dan para calon kepala daerah untuk menunjukkan sikap kenegarawanan. Mari kita tunjukkan kepada masyarakat demokrasi yang kita bangun di Kota Padang ini adalah demokrasi yang sehat dan matang, di mana setiap peserta memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga perdamaian dan keamanan bersama,” pungkasnya.

”Mari kita jadikan Pilkada Kota Padang sebagai contoh yang baik bagi daerah-daerah lain, bahwa kontestasi politik bisa berjalan dengan damai dan tetap menghargai nilai-nilai persatuan,” tambahnya.

Deklarasi Kampanye Damai ini ditandai dengan penandatanganan kampanye damai oleh masing-masing paslon yakni paslon Fadly Amran-Maigus Nasir, M. Iqbal-Amasrul dan Hendri Septa-Hidayat. Diikuti ketua partai politik, unsur Forkopimda, Bawaslu Padang, Ketua KPU Padang, para Kapolsek dan Danramil se-Kota Padang. (eri)

 

Editor : Adetio Purtama
#Dorri Eka Putra #pilkada 2024 #kpu padang #deklarasi kampanye damai