Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Fadly Amran Tinjau Penyebab Banjir di Kompleks ITP Gunungpangilun

Silvina Fadhilah • Selasa, 12 November 2024 | 08:10 WIB

 

Calon Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau lokasi yang menjadi langganan banjir di kawasan Gunungpangilun, Senin (11/11).
Calon Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau lokasi yang menjadi langganan banjir di kawasan Gunungpangilun, Senin (11/11).
PADEK.JAWAPOS.COMCalon Wali Kota Padang, Fadly Amran, kembali menunjukkan kepedulian dan komitmennya terhadap persoalan masyarakat dengan meninjau langsung kawasan Komplek ITP Gunungpangilun yang kerap dilanda banjir, Senin (11/11).

Dalam kesempatan itu, Fadly berdialog dengan warga, mendengarkan keluhan mereka, serta mengajak masyarakat untuk berdiskusi terkait solusi yang memungkinkan.

Turun langsung bersama warga di lokasi terdampak, Fadly tidak hanya hadir sebagai calon pemimpin, tetapi juga sebagai pendengar yang peka terhadap persoalan yang telah mengakar di masyarakat.

Kehadirannya disambut oleh warga dari berbagai perumahan sekitar, seperti Perumahan Bayamas, ITP, dan Cemara. Para warga yang selama ini kesulitan akibat banjir tampak sangat antusias, berharap kunjungan ini akan membawa angin segar bagi mereka.

Dalam dialog tersebut, Fadly menekankan pentingnya pendekatan langsung dalam menyampaikan visi dan misinya, sekaligus untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat yang selama ini merasakan dampak nyata dari banjir yang terjadi.

“Kami tentunya menyampaikan visi misi dan berdiskusi dengan masyarakat, langsung menerima aspirasi, dan ini akan menjadi catatan penting bagi pergerakan kami ke depan,” ungkap Fadly.

Menurutnya, sebuah pemerintahan yang baik seharusnya peka terhadap kebutuhan masyarakat, dan turun langsung ke lapangan menjadi bagian penting untuk mewujudkan pemerintahan yang responsif.

Fadly menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama banjir yang terjadi di Komplek ITP Gunungpangilun adalah tumpukkan sedimen di saluran air. Menurutnya, penyumbatan ini berasal dari beberapa perumahan di sekitar kawasan tersebut.

Tumpukkan sedimen yang tidak dibersihkan secara berkala mengakibatkan aliran air menjadi tersumbat, sehingga setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, saluran air tidak mampu menampung volume air yang mengalir dan meluap ke pemukiman warga.

Selain menyerap aspirasi masyarakat, Fadly juga mengambil langkah proaktif dengan menghubungi salah satu anggota DPRD untuk menindaklanjuti keluhan warga ini.

Ia berharap, dengan adanya komunikasi dan koordinasi yang baik dengan DPRD serta instansi terkait, masalah banjir ini bisa segera diatasi. “Mudah-mudahan ada solusi secepatnya dari pemimpin kita,” ujar Fadly.

Ia juga menekankan bahwa masalah banjir tidak bisa diselesaikan dalam semalam, namun dengan adanya komitmen dari semua pihak, permasalahan ini bisa diminimalkan dan diatasi secara bertahap.

Fadly menambahkan, pemeliharaan infrastruktur secara rutin sangat penting untuk mencegah banjir seperti ini di masa mendatang. Ia mengingatkan bahwa pemerintah seharusnya tidak hanya bertindak ketika masalah sudah muncul, tetapi juga perlu memiliki sistem pemeliharaan yang berkelanjutan dan terencana.

“Pemerintah ini harus betul-betul bekerja secara otomatis. Jangan sampai ada gangguan baru kita kerjakan, dan hal-hal seperti ini menandakan perlunya reformasi birokrasi,” lanjut Fadly.

Menurutnya, birokrasi yang cepat tanggap adalah kunci untuk menghadirkan pelayanan yang baik bagi masyarakat dan mencegah masalah seperti banjir terus berulang.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat setempat, Witon Wahab, menyampaikan bahwa masalah banjir di kawasan ini sudah berlangsung cukup lama, bahkan sejak tahun 2010.

Menurut Witon, terdapat sekitar 12 perumahan di area tersebut yang aliran airnya terganggu oleh tumpukan sedimen, yang kemudian memperparah banjir. “Jadi hujan satu jam saja, jalanan di sini sudah penuh air, sudah seperti sungai,” keluh Witon.

Warga berharap agar ada perhatian lebih dari pemerintah dalam menangani masalah ini, bukan hanya pada saat musim hujan, tetapi juga secara berkala melalui pemeliharaan drainase.

Ia mengutarakan harapan besar kepada Fadly Amran, yang mereka anggap sebagai calon pemimpin dengan aksi nyata. Menurut warga, calon walikota yang mau turun langsung ke lapangan menunjukkan kepedulian dan komitmen untuk memahami masalah dari akar rumput. Mereka berharap langkah ini tidak hanya sebatas kampanye, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan konkret.

Menutup kunjungannya, Fadly kembali menegaskan bahwa reformasi birokrasi merupakan salah satu prioritasnya jika terpilih sebagai Wali Kota Padang.

Menurutnya, reformasi birokrasi yang baik akan membawa pemerintah yang tanggap, efektif, dan efisien dalam melayani masyarakat.

Fadly juga menyampaikan komitmennya untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat agar segala permasalahan yang muncul dapat diketahui sejak dini dan diatasi dengan cepat.

Selain itu, Fadly menyatakan perlunya peningkatan koordinasi antar instansi untuk memastikan bahwa setiap program dan kebijakan yang diluncurkan benar-benar berjalan di lapangan.

Ia berharap warga dapat merasakan perubahan nyata dari program-program yang akan ia gulirkan, termasuk perbaikan infrastruktur drainase yang menjadi salah satu program prioritasnya untuk mencegah banjir di berbagai kawasan di Padang.

Melalui kunjungan ini, Fadly kembali menegaskan pentingnya pemimpin yang tidak hanya mendengar dari balik meja, tetapi turun langsung ke lapangan, memahami kondisi sebenarnya, dan mengambil tindakan yang nyata.

Bagi Fadly, pendekatan yang berbasis pada kebutuhan nyata warga adalah modal utama untuk mewujudkan Padang yang lebih baik. (cr1)

Editor : Adetio Purtama
#Gunungpangilun #fadly amran #calon Wali Kota Padang #banjir