Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

171 Kasus Kebakaran Terjadi di Padang hingga November 2024

Shyntia Aprizani • Kamis, 28 November 2024 | 09:10 WIB

 

Kondisi pascakebakaran yang terjadi di sebuah gudang barang bekas di Jalan Bypass Nomor 65, RT 003 RW 003, Sungaisapih, Kecamatan Kuranji, kemarin.
Kondisi pascakebakaran yang terjadi di sebuah gudang barang bekas di Jalan Bypass Nomor 65, RT 003 RW 003, Sungaisapih, Kecamatan Kuranji, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COMDinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang mencatat ada 171 kasus kebakaran yang terjadi di Kota Padang sejak Januari hingga November 2024.

Dengan jumlah tersebut, Dinas Damkar Kota Padang mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan tingkatkan kehati-hatian lantaran kebakaran pada umumnya disebabkan oleh kelalaian manusia.

Kepala Dinas Damkar Kota Padang Budi Payan mengatakan, ratusan kasus kebakaran itu melibatkan berbagai jenis bangunan, mulai dari rumah tinggal, toko, hingga gudang.

Budi menambahkan, meski jumlah kebakaran kurang lebih sama dengan tahun sebelumnya, namun kerugian yang ditimbulkan tetap signifikan.

“Beberapa faktor yang menyebabkan kebakaran di Kota Padang antara lain kelalaian dalam penggunaan alat elektronik, hubungan arus pendek, serta pembakaran sampah yang tidak terkontrol. Kami terus berupaya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran,” ujar Budi Payan Rabu (27/11).

Budi juga mengungkapkan bahwa selain faktor kelalaian manusia, cuaca yang sering tidak menentu, seperti hujan disertai angin kencang, juga menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik.

“Bencana kebakaran juga sering terjadi akibat faktor alam, namun sebagian besar disebabkan oleh keteledoran manusia,” tambahnya.

Lebih lanjut Budi Payan mengimbau kepada seluruh warga agar lebih berhati-hati dalam menjaga api dan peralatan listrik di rumah maupun tempat usaha.

“Masyarakat harus lebih peduli terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk dan tempat-tempat yang menyimpan barang mudah terbakar,” ungkap Budi.

Dinas Damkar Kota Padang juga rutin melakukan sosialisasi serta pelatihan tentang cara pencegahan kebakaran kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah yang rawan kebakaran.

Diharapkan, dengan adanya kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat, angka kebakaran di Kota Padang dapat terus menurun.

Ia menjelaskan, kasus kebakaran terbaru terjadi pada Rabu (27/11) pagi, yang mana kebakaran terjadi di sebuah gudang barang bekas yang terletak di Jalan Bypass Nomor 65, RT 003 RW 003, Sungaisapih, Kecamatan Kuranji.

Kejadian ini mengundang perhatian warga sekitar, mengingat lokasi gudang tersebut berdekatan dengan Universitas Terbuka. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.35 WIB.

Menurut keterangan salah seorang warga, Baskara, 34, api pertama kali terlihat membakar bagian dalam gudang yang dipenuhi barang-barang bekas. “Kami melihat asap tebal, lalu api mulai membesar. Warga langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran dan melaporkan kejadian ini,” ujar Baskara.

Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang melahap gudang tersebut. Beruntung, api berhasil dipadamkan setelah satu jam upaya pemadaman dilakukan.

Meski demikian, kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp500 juta. Gudang yang terbakar tidak menyisakan barang apapun, dan bangunan tersebut hancur total.

Pemilik gudang, Dedi, 42, mengungkapkan bahwa dirinya sedang tidak berada di lokasi saat kebakaran terjadi. “Saya sedang bekerja di gudang yang satunya. Tiba-tiba ada orang yang memberitahukan lewat telepon kalau gudang saya terbakar,” kata Dedi.

Dedi menambahkan, seluruh barang yang ada di dalam gudang tersebut habis terbakar. “Semua barang bekas yang disimpan di dalam gudang ini tidak bisa diselamatkan. Saya memperkirakan kerugian sekitar Rp500 juta,” tambahnya.

Meskipun demikian, Dedi bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

“Kami masih menunggu hasil dari penyelidikan, apakah ada faktor kelalaian atau hal lainnya yang menyebabkan kebakaran ini,” ujar Dedi.

Pihak kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui asal api dan mencari tahu apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. (shy/mg1)

Editor : Adetio Purtama
#Budi Payan #Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang #kebakaran di Kota Padang