Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Melihat Eksistensi Lamang Tapai Buk Mar, Setia dengan Kuliner Tradisional Ranah Minang

Novitri Selvia • Rabu, 5 Maret 2025 | 14:00 WIB

LEZAT: Cita rasanya khas dari perpaduan ketan yang gurih, aroma santan yang harum, serta tapai hitam yang manis dengan sedikit rasa asam.(FAISAL/PADEK)
LEZAT: Cita rasanya khas dari perpaduan ketan yang gurih, aroma santan yang harum, serta tapai hitam yang manis dengan sedikit rasa asam.(FAISAL/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Bagi masyarakat Minangkabau, pengganan seperti lamang tapai, boleh dikatakan kuliner yang sudah tidak asing lagi. Ya, makanan ini, mudah ditemukan di berbagai tempat di penjuru Sumbar.

Dan ini sekaligus menjadi hidangan tradisional khas Minangkabau yang terkenal dengan cita rasanya yang khas. Perpaduan ketan yang gurih dengan aroma santan yang harum serta tapai hitam manis asam, menciptakan sensasi rasa yang unik.

Teksturnya yang lembut dan kenyal pastinya akan semakin menggoda selera, terutama saat disantap hangat. Hidangan ini sering disajikan dalam berbagai acara adat dan keagamaan, termasuk saat Ramadhan.

Lamang tapai terbuat dari beras ketan berkualitas yang direndam terlebih dahulu agar menghasilkan tekstur pulen. Ketan ini kemudian dimasak dengan santan segar untuk memberikan cita rasa gurih.

Proses pembakaran dalam bambu menambah aroma khas yang menggugah selera. Tapai hitam dibuat dari ketan yang difermentasi dengan ragi hingga menghasilkan rasa manis-asam alami.

Alan, 55, merupakan salah satu penjual lamang tapai yang dapat ditemui di daerah Mato Aie yang telah berjualan lebih dari satu dekade.

Ia menamai usahanya, Lamang Tapai Buk Mar, sebagai bentuk kecintaannya kepada sang istri. Hingga kini, ia terus mempertahankan resep turun-temurun agar cita rasanya tetap autentik.

Alan menjelaskan, proses pembuatan lamang tapai cukup memakan waktu dan memerlukan ketelatenan. Lamang dipanggang dalam bambu selama beberapa jam agar teksturnya lembut dan gurih.

“Cara membuat lamang yang enak harus menggunakan ketan pilihan, santan segar, dan dibakar dengan api yang pas agar matang sempurna,” ujar Alan.

“Sementara tapai hitam difermentasi dengan waktu yang tepat untuk menghasilkan rasa manis alami,” tambahnya.

Alan juga menjelaskan cara penyajian lamang tapai yang benar. “Lamang-nya dibuka dengan melepaskan lidi pada kulit lamang, kemudian ditata di atas piring, lalu disiram dengan kuah tapai,” jelasnya.

Keunikan Lamang Tapai Buk Mar terletak pada penggunaan bahan alami tanpa pengawet. Ketan yang digunakan berkualitas terbaik, dan santan yang dipakai selalu segar setiap hari.

Selain itu, metode pembakaran tetap mempertahankan cara tradisional tanpa menggunakan oven atau alat modern lainnya, menjaga cita rasanya tetap autentik. Bulan suci Ramadhan membuat warung Lamang Tapai Buk Mar mengalami peningkatan jumlah pembeli yang cukup signifikan.(cr2)

Editor : Novitri Selvia
#lamang tapai #Lamang Tapai Buk Mar #Kuliner Tradisional Ranah Minang