Dalam pernyataan tegasnya, Nevi menyebut bahwa isu Palestina bukan sekadar konflik geopolitik, melainkan persoalan kemanusiaan dan hak asasi manusia yang terus dilanggar Israel selama puluhan tahun.
“Rakyat Palestina telah terlalu lama hidup dalam bayang-bayang penjajahan Zionis. Mereka kehilangan rumah, keluarga, dan harapan karena kebrutalan yang terus berlangsung dari hari ke hari. Dunia tidak boleh lagi bungkam. Kita semua memiliki kewajiban moral untuk berdiri bersama mereka,” ujar Nevi dalam aksi solidaritas masyarakat Sumbar untuk Kemerdekaan Palestina, di Kantor Gubernur, Minggu (4/5).
Politisi PKS ini menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk tidak hanya berhenti pada solidaritas doa, tapi juga bertindak nyata melalui penyebaran informasi akurat tentang kondisi Palestina.
Selain itu, lanjut Nevi, masyarakat bisa mendukung dengan penggalangan dana kemanusiaan, serta terus menyuarakan kemerdekaan Palestina di berbagai forum.
Menurut Nevi, dukungan terhadap Palestina sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia.
Ia menekankan bahwa perjuangan ini adalah wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua dan kelima: kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatera Barat II yang dikenal dengan semangat keislaman dan solidaritas umat, Nevi turut mendorong masyarakat di dapilnya aktif dalam aksi damai, kegiatan edukatif, dan bantuan kemanusiaan yang memperkuat perjuangan rakyat Palestina.
“Sikap tegas ini merupakan cerminan konsistensi Fraksi PKS dalam membela hak-hak rakyat tertindas. Diplomasi kemanusiaan Indonesia harus terus digelorakan di tingkat internasional,” tegasnya.
Nevi menutup pernyataannya dengan harapan besar: “Kita tidak boleh lelah menyuarakan kebenaran. Palestina harus merdeka. Itu harga mati,” tegasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto