Tim ini diketuai oleh Wakil Wali Kota Maigus Nasir dan ditugaskan untuk menanggulangi kemiskinan di Kota Padang secara terukur dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Fadly Amran menyampaikan tiga strategi utama yang menjadi fokus TKPK dalam upaya menekan angka kemiskinan di wilayahnya.
“Ada tiga strategi utama dalam menekan angka kemiskinan,” ujar Fadly.
Berikut tiga strategi tersebut:
- Mengurangi beban pengeluaran masyarakat, terutama kelompok rentan, melalui berbagai bantuan sosial dan subsidi.
- Meningkatkan pendapatan masyarakat lewat program pemberdayaan ekonomi dan pelatihan keterampilan.
- Pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan lingkungan, sanitasi sehat, dan akses air bersih.
Fadly menegaskan bahwa kemiskinan bukan sekadar persoalan data, tetapi menyangkut kehidupan nyata masyarakat yang berjuang di tengah keterbatasan.
“Kita tidak bisa diam, TKPK harus hadir sebagai garda terdepan yang bergerak dengan strategi dan empati,” tegasnya.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) per Desember 2024, jumlah penduduk miskin di Kota Padang mencapai sekitar 41.400 jiwa atau 4,06 persen dari total populasi. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 0,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, Fadly mengingatkan agar capaian ini tidak membuat puas diri. Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Padang berada di angka 84,36, tertinggi di Sumatera Barat, namun angka pengangguran dinilai masih cukup tinggi.
“TKPK kita harapkan segera bekerja dan terukur,” kata Fadly.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang, Yenni Yuliza, menambahkan bahwa pengukuhan TKPK bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dan menyelaraskan langkah antar organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga sosial, serta mitra pembangunan.
“Melalui 40 program unggulan yang tersebar di berbagai OPD, kita harap tidak ada lagi program yang tumpang tindih. Semua bergerak menuju satu tujuan: percepatan penanggulangan kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem,” jelas Yenni.
Rapat koordinasi ini diikuti oleh perwakilan OPD, badan usaha, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Bundo Kanduang, Baznas, LPM, instansi vertikal, serta lembaga sosial dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
Fadly menutup dengan ajakan agar seluruh pihak ikut bergerak bersama dalam memberantas kemiskinan secara menyeluruh.
“Kita ingin Padang bebas dari kemiskinan ekstrem. Harapannya warga punya akses hidup lebih layak, lebih manusiawi. Mari bergerak bersama, demi Padang yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadilan sosial,” pungkas Fadly.(*)
Editor : Hendra Efison