Salah satunya datang dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy. Ia menyayangkan terjadinya penipuan tersebut dan menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam mencari pekerjaan.
“Ini terjadi karena lapangan pekerjaan yang sangat terbatas, sementara jumlah pencari kerja sangat banyak. Ketidakseimbangan ini membuat masyarakat menjadi lebih rentan terhadap informasi lowongan kerja yang belum tentu valid,” ungkap Ferri, Senin (16/6).
Banyak Pencari Kerja Terjebak Modus Penipuan
Ferri menjelaskan, ketika ada pengumuman lowongan kerja, masyarakat kerap berbondong-bondong melamar tanpa mengecek keabsahan informasi tersebut.
Hal ini, menurutnya, membuka celah bagi oknum tak bertanggung jawab untuk memanfaatkan situasi dan melakukan penipuan dengan iming-iming pekerjaan.
“Masyarakat harus ekstra hati-hati. Jangan sampai kita belum apa-apa sudah dimintai uang. Jika sudah ada permintaan uang dalam proses rekrutmen, itu patut dicurigai,” ujarnya menegaskan.
Disnakerin juga menegaskan bahwa kasus yang mengandung unsur pidana, seperti penipuan dan pungutan liar dalam proses pencarian kerja, telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum.
Gunakan Kanal Resmi untuk Cari Lowongan Kerja
Menanggapi kejadian ini, Ferri kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan lowongan kerja yang tidak jelas sumbernya. Ia mendorong pencari kerja agar selalu mengandalkan kanal-kanal resmi dalam mencari informasi pekerjaan.
“Tidak semua lowongan pekerjaan itu resmi, bahkan dalam proses perekrutan BUMN pun harus dicek kembali keasliannya. Jika ada permintaan uang, apalagi di awal, sebaiknya waspadai itu sebagai bentuk penipuan,” jelasnya.
Ferri menyarankan masyarakat Kota Padang agar mencari informasi lowongan kerja melalui kanal resmi milik pemerintah, seperti:
- Website dan media sosial Kementerian Ketenagakerjaan
- Kanal resmi perusahaan atau instansi terkait
- Instagram resmi Disnaker Kota Padang
Ia berharap kejadian yang menimpa para korban penipuan lowongan kerja ini bisa menjadi pembelajaran bersama bagi masyarakat agar lebih cermat dan tidak mudah tergiur dengan tawaran kerja yang tidak jelas asal-usulnya.
“Kejadian ini harus jadi pelajaran bagi seluruh masyarakat Kota Padang. Selalu waspada dan teliti sebelum menyerahkan data pribadi atau uang kepada pihak mana pun saat melamar pekerjaan,” tutupnya. (yud)
Editor : Adetio Purtama