Dana tersebut berasal dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui inisiatif Basinergi Mambangun Nagari (BMN) tahun 2025.
Penyaluran dana secara simbolis dilakukan dalam peluncuran resmi program yang digelar di Wisma Indarung, Selasa (10/6/2025), dan dibuka oleh Asisten I Setdako Padang, Edi Hasymi, mewakili Wali Kota Padang Fadly Amran.
Ketua Forum Nagari Indarung, Edward, menyebut bahwa seluruh program disusun secara partisipatif bersama masyarakat dan pemangku kepentingan lokal. Empat program yang dijalankan menyasar bidang sosial, pendidikan, infrastruktur, dan pelestarian budaya.
"Program ini menyentuh tiga aspek utama pembangunan berkelanjutan: sosial, ekonomi, dan lingkungan. Harapannya manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Edward, Selasa (17/6/2025).
Program pertama, Semen Padang Campin Nagari, difokuskan pada penguatan komunikasi masyarakat melalui sosialisasi Program BMN dan pembinaan media komunitas.
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya partisipasi warga dalam pembangunan.
Di bidang pendidikan, Semen Padang Pandai Nagari memberikan bantuan beasiswa kepada pelajar dari keluarga kurang mampu di Kelurahan Indarung.
Langkah ini ditujukan untuk membuka akses pendidikan berkualitas dan merata.
Sementara itu, Semen Padang Paduli Nagari mengatasi kebutuhan dasar masyarakat dengan merevitalisasi jaringan Pamsimas Indarung Mandiri dan membangun bak penampungan air bersih.
Untuk penguatan nilai sosial dan budaya, Semen Padang Elok Nagari meliputi pembangunan aula pertemuan, pemberian makanan tambahan untuk balita, bantuan mobiler Forum Nagari, pengadaan perlengkapan kongsi kematian, hingga penyelenggaraan Festival Tradisi Adat Salingka Nagari.
"Program ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga penguatan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Indarung," tambah Edward.
Di sisi lain, Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis, menegaskan bahwa program ini adalah representasi prinsip People, Planet, Profit yang menjadi pedoman perusahaan.
"Keberhasilan bisnis tak hanya diukur dari keuntungan, tapi juga dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan," tegas Iskandar.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk turut mengawal pelaksanaan RKPM agar program tepat sasaran.
"Kami mengajak tokoh masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan aktif dalam pengawasan dan evaluasi program," imbuhnya.
Sejak beberapa tahun terakhir, PT Semen Padang telah menyalurkan lebih dari Rp2,2 miliar melalui 98 program pemberdayaan yang menjangkau lebih dari 4.400 penerima manfaat di sekitar wilayah operasional perusahaan.(*)
Editor : Hendra Efison