Taman ini dibangun dengan material inovatif Semen Padang Interlockbrick (Sepablock) sebagai bentuk sinergi antara inovasi teknologi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan literasi digital masyarakat.
Peresmian taman dilakukan bersamaan dengan pembukaan Pameran Khazanah Iluminasi Manuskrip Sumatera oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfotik Sumbar Siti Aisyah, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran manajemen PT Semen Padang. Hadir di antaranya Direktur Keuangan & Umum Oktoweri, Kepala Unit Komunikasi & Kesekretariatan Ilham Akbar, dan Kepala Unit Sarana Umum Deni Zein.
Dalam sambutannya, Direktur Keuangan & Umum PT Semen Padang, Oktoweri, menjelaskan bahwa pembangunan Taman Digital Ecobrick merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya di bidang pendidikan, infrastruktur inklusif, dan kelestarian lingkungan.
“Taman ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Kami ingin menciptakan ruang publik yang tak hanya hijau dan nyaman, tapi juga edukatif dan mendorong transformasi digital,” ujar Oktoweri.
Taman Digital Ecobrick mulai dibangun pada 8 Mei 2025 dan rampung pada 31 Juni 2025. Seluruh konstruksinya menggunakan Sepablock, inovasi interlock ramah lingkungan hasil pengembangan PT Semen Padang.
Material Sepablock dinilai efisien karena dapat menghemat penggunaan air dan semen, tahan terhadap gempa, serta mudah dalam proses pemasangannya. Hal ini menjadikannya solusi ideal untuk pembangunan ruang publik berkelanjutan.
“Sepablock ini diharapkan menjadi etalase produk non-semen PT Semen Padang yang dapat dimanfaatkan untuk trotoar, taman edukasi, area publik sekolah, kawasan UMKM, hingga perumahan. Produk ini bukan hanya kuat secara struktural, tapi juga menjawab tantangan sosial dan lingkungan,” jelas Oktoweri.
Taman ini juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang transformasi digital, seperti pojok internet, media interaktif, dan ruang belajar terbuka yang mendukung akses informasi serta edukasi masyarakat.
Selain itu, konsep ecobrick yang digunakan di taman ini diharapkan mampu menjadi media edukasi pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat, sehingga menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Dengan hadirnya Taman Digital Ecobrick, PT Semen Padang tidak hanya memperkenalkan teknologi bangunan berkelanjutan, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang inklusif, ramah lingkungan, dan relevan dengan tantangan era digital.(*)
Editor : Hendra Efison