Program ini merupakan satu dari sembilan Progul yang diinisiasi oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan bahwa peluncuran Smart Surau akan melibatkan sekitar 8.000 peserta.
Peserta terdiri dari guru TPA/MDTA, TPQ/TQA, kepala sekolah TK, SD, SMP, penyuluh agama, penghulu, perangkat RT/RW, serta guru madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kota Padang.
“Smart Surau dirancang untuk menghidupkan kembali fungsi surau dan masjid sebagai pusat pendidikan keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam membentuk generasi muda yang religius, cerdas, dan berakhlak mulia,” ujar Maigus saat memimpin Rapat Optimalisasi Launching Smart Surau di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Rabu (23/7/2025).
Dalam pertemuan ini, hadir tokoh pendidikan Sumbar, yakni mantan Rektor Universitas Andalas (Unand) / Wamendiknas Prof Musliar Kasim, dan mantan Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof Ganefri.
Menurut Maigus, pelaksanaan awal program ini akan dimulai di 11 masjid jami’ yang tersebar di setiap kecamatan di Kota Padang.
Selain itu, dua masjid utama yang juga akan menjadi lokasi awal implementasi adalah Masjid Agung Nurul Iman dan Masjid Al Azhar Universitas Negeri Padang (UNP).
Ke depan, program ini ditargetkan menjangkau 1.200 masjid dan musala se-Kota Padang.
Maigus menambahkan, implementasi penuh Smart Surau, termasuk pengelolaan ibadah dan aktivitas lainnya, akan efektif dimulai pada 1 Oktober 2025.
Dalam rentang waktu pascapeluncuran, Pemko Padang akan mengintensifkan sosialisasi program kepada masyarakat.
Program Smart Surau memiliki empat pilar utama. Pilar pertama adalah Gerakan Salat Berjamaah, yang menggiatkan salat Subuh, Magrib, dan Isya berjamaah di masjid.
Baca Juga: Rest Area Tipe A Tol Padang-Sicincin Rampung, Tampilkan Nuansa Rumah Adat Minang
Pilar kedua yakni Revisi Kurikulum TPQ/MDTA, dengan penyesuaian jenjang pendidikan agama anak berdasarkan usia.
Anak-anak SD akan mengikuti TPQ/MDTA, sedangkan anak SMP diarahkan ke jenjang TQA/MDTW, dengan fokus pada penyempurnaan bacaan Alquran dan pemahaman ayat-ayat hafalan.
Pilar ketiga adalah Program Remaja Mesjid Reborn, yang merevitalisasi aktivitas remaja masjid melalui penyediaan ruang digital ber-WiFi gratis, pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), pendirian Koperasi Masjid, serta pembinaan sosial dan ekonomi berbasis masjid.
Pilar keempat adalah Pengawasan Digital Anak, menggunakan aplikasi berbasis barcode scan yang memungkinkan pemantauan real-time atas kehadiran, aktivitas, dan jadwal belajar peserta didik di masjid.
Para guru juga akan terintegrasi dalam sistem jadwal piket digital.(*)
Editor : Heri Sugiarto