Pertemuan bertema “Tantangan dan Peluang Pelaku Usaha dalam Pelaksanaan Jasa Konstruksi di Kota Padang” ini dihadiri oleh perwakilan dari Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo), Perkumpulan Konsultan Indonesia (Perkindo), serta Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo).
Fadly Amran mengapresiasi kontribusi para pelaku jasa konstruksi yang selama ini menjadi mitra strategis Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam pembangunan infrastruktur.
"Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha jasa konstruksi. Kami ingin mendengar langsung aspirasi serta masukan dari rekan-rekan kontraktor untuk mendukung pembangunan yang berkualitas, transparan, dan berkelanjutan," ujar Fadly.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas, profesionalisme, dan integritas jasa konstruksi lokal agar mampu bersaing secara sehat, baik di tingkat regional maupun nasional.
“Kita ingin kontraktor dan konsultan lokal terus berkembang dan berkontribusi maksimal terhadap pembangunan kota. Pemerintah siap membuka ruang dialog dan mendorong kolaborasi yang produktif,” tambahnya.
Fadly Amran juga berharap peran strategis asosiasi jasa konstruksi dalam menyukseskan sembilan Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang.
Ia secara khusus menyampaikan program Padang Amanah, Padang Rancak, dan UMKM Naik Kelas sebagai bagian dari ekosistem pembangunan inklusif.
“Kami ingin menciptakan sistem konstruksi yang sehat, akuntabel, dan berpihak pada pembangunan yang berkeadilan. Ini hanya bisa tercapai melalui sinergi bersama untuk kejayaan Kota Padang,” tegasnya.
Dalam sesi diskusi, sejumlah perwakilan asosiasi menyampaikan masukan mengenai tantangan yang mereka hadapi di lapangan, seperti proses tender yang dinilai belum sepenuhnya transparan, perubahan regulasi teknis yang dinamis, hingga hambatan pelaksanaan proyek konstruksi di berbagai lokasi.(*)
Editor : Heri Sugiarto