Hingga 21 Juli 2025, sebanyak 704 dosis vaksin rabies telah diberikan kepada anjing dan kucing peliharaan yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Padang.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani menjelaskan bahwa capaian tersebut telah melampaui setengah dari target 1.500 dosis vaksin rabies yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025.
“Ini merupakan pencapaian luar biasa hingga pertengahan tahun. Kami optimistis bisa mencapai target hingga akhir tahun dengan strategi jemput bola yang sedang dijalankan oleh petugas kami hampir setiap hari,” ujar Yoice kepada Padang Ekspres, Rabu (30/7).
Ia menjelaskan, vaksinasi rabies menyasar hewan peliharaan, khususnya anjing dan kucing, dengan komposisi sasaran sebanyak 70 persen anjing dan 30 persen kucing.
Tujuan vaksinasi ini adalah membentuk kekebalan tubuh pada hewan agar tidak menjadi sumber penularan rabies, yang dapat membahayakan manusia terutama di kawasan padat penduduk.
Selain menggunakan dana APBN, Dinas Pertanian Kota Padang juga menganggarkan 400 dosis vaksin rabies melalui APBD Kota Padang tahun 2025. Namun, hingga 21 Juli, realisasi dari alokasi APBD masih rendah, dengan baru 22 ekor kucing yang berhasil divaksin.
Pihaknya terus berupaya mempercepat cakupan vaksinasi dengan sistem door to door, di mana petugas kesehatan hewan secara aktif mendatangi rumah-rumah warga.
Yoice juga mendorong partisipasi aktif dari masyarakat untuk melaporkan keberadaan hewan peliharaan yang belum divaksin ke pihak kelurahan.
“Hampir setiap hari tim kami turun langsung ke lapangan. Kami juga dorong masyarakat lebih aktif melapor agar hewan peliharaannya bisa segera divaksin,” katanya.
Menurutnya, pendekatan ini sangat penting untuk menutup celah potensi penularan rabies di lingkungan warga, mengingat kasus rabies dapat berdampak fatal apabila tidak dicegah sejak dini.
Pihaknya berharap sinergi antara petugas dan masyarakat bisa terjalin lebih kuat, agar target vaksinasi tercapai dan lingkungan Kota Padang benar-benar aman dari ancaman rabies.
“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan. Ini adalah bentuk perlindungan bersama, bukan hanya terhadap hewan, tetapi juga terhadap keselamatan manusia,” tutup Yoice. (cr1)
Editor : Adetio Purtama