Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Penjualan Menurun, Toko Buku di Pasar Raya Padang Bertahan Hampir Dua Dekade

Adetio Purtama • Rabu, 27 Agustus 2025 | 13:42 WIB

Salah seorang pemilik toko buku di kawasan Padang Teater, Pasar Raya Padang sedang menunggu pembeli, kemarin.
Salah seorang pemilik toko buku di kawasan Padang Teater, Pasar Raya Padang sedang menunggu pembeli, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COM–Toko buku di Padang Teater, Pasar Raya Padang, menjadi saksi bisu dinamika perdagangan buku di Kota Padang.

Berdiri sejak tahun 2005, toko ini telah hampir dua dekade menjadi tujuan masyarakat mencari berbagai jenis buku, mulai dari buku hukum, kesehatan, novel, ekonomi, hingga sastra.

Namun, penjualan buku yang dulu ramai, kini sepi. Salah seorang penjual buku, Elmizani, mengungkapkan penjualan saat ini jauh menurun dibandingkan awal-awal toko tersebut berdiri.

“Sekarang agak sepi, sudah banyak orang beralih ke online. Kalau dulu, setiap bulan apalagi saat tahun ajaran baru, bisa sangat ramai. Sekarang paling ramai cuma satu minggu saja,” ujarnya, Selasa (26/8).

Elmizani menyebut, salah satu strategi yang mereka lakukan untuk tetap menarik pembeli adalah menyediakan kebutuhan pelajar seperti kliping sekolah dan buku catatan. Namun, kebutuhan itu kini jarang dicari lagi. “Biasanya anak sekolah atau kuliah datang beli kliping, tapi sekarang sudah tidak ada lagi,” tambahnya.

Senada, Jumalis Kotoh, pengelola lainnya, menuturkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi adalah kondisi ekonomi masyarakat serta perubahan sistem pendidikan. “Kalau dulu sehari bisa dapat Rp 500 ribu, sekarang kadang kosong, tidak ada yang beli. Ditambah lagi anak SD, SMP, sampai SMA sekarang sudah disediakan buku dari dinas, jadi jarang yang cari di sini,” jelas Jumalis.

Situasi ini semakin diperparah dengan semakin sedikitnya toko buku yang bertahan di kawasan Pasar Raya Padang. Beberapa kios di depan toko bahkan sudah tutup akibat minim pembeli. “Sekarang peminat sudah kurang. Kedai-kedai di depan juga banyak yang tutup,” sebut Elmizani.

Keduanya menilai, sistem pendidikan yang berubah juga memberi dampak signifikan pada usaha toko buku. Menurut mereka, kurikulum terdahulu justru membuat penjualan lebih stabil.

“Kalau bisa kembali ke kurikulum yang dulu, seperti KTSP, Alhamdulillah penjualan lumayan. Tapi setelah kurikulum merdeka ini, makin sepi, pembeli tidak ada,” ujar Jumalis.

Meski demikian, toko buku ini masih bertahan di tengah tantangan besar, menjadi saksi perubahan zaman sekaligus perjuangan pedagang kecil mempertahankan usaha.

Mereka berharap adanya kebijakan baru atau inovasi dalam dunia pendidikan dan minat baca masyarakat agar toko-toko buku tradisional tetap bisa hidup di tengah arus digitalisasi. (mg7)

Editor : Adetio Purtama
#penjualan menurun #pasar raya padang #toko buku