Penghargaan bergengsi yang dikenal sebagai “Adipura tingkat ASEAN” itu diterima langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, mewakili Pemerintah Kota Padang.
Prestasi ini tidak terlepas dari arah kebijakan Pemerintah Kota Padang (Pemko Padang) yang menempatkan isu persampahan sebagai prioritas utama pembangunan kota.
Pemko Padang memperkuat peran Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di seluruh kelurahan serta mengembangkan jaringan Bank Sampah sebagai fondasi utama sistem circular economy berbasis masyarakat.
Ajang penghargaan tiga tahunan ini juga memberikan apresiasi kepada sejumlah kota lain di kawasan ASEAN.
Kota Padang menonjol berkat konsistensi dan keberlanjutan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah terbukti efektif dan terukur dalam mengurangi timbunan sampah.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi atas penghargaan ini.
“Alhamdulillah Kota Padang mendapatkan pengakuan di tingkat ASEAN pada sektor circular economy. Artinya kita mampu memanfaatkan limbah atau sampah untuk proses produksi baru, sehingga bisa menekan jumlah sampah yang sampai ke TPA. Namun ini baru awal perjalanan. Target finalnya adalah Padang bebas dari sampah. Jadi kita belum berhenti di sini,” ujar Fadly.
Lebih lanjut, Pemko Padang berharap capaian ini dapat memicu kolaborasi yang lebih luas dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat, media, dunia usaha, hingga perguruan tinggi.
Sinergi ini diharapkan mampu mendorong Kota Padang menjadi Kota Pintar sekaligus Kota Sehat yang maju dan sejahtera.
“Selamat dan terima kasih kepada masyarakat Kota Padang dan semua unsur terkait atas penghargaan ini. Selanjutnya mari kita perkuat kolaborasi, untuk Kota Padang yang bersih, aman, nyaman, dan produktif,” pungkas Fadly Amran.(*)
Editor : Heri Sugiarto