Dalam kesempatan tersebut, Muharlion menyampaikan tausiyah singkat kepada jamaah yang hadir. Ia mengajak umat untuk merenungi kembali perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan Islam serta meneladani peran para pedagang Gujarat yang menyampaikan ajaran Islam secara damai ke wilayah Nusantara.
“Kedatangan Rasulullah SAW adalah nikmat dan rahmat terbesar bagi seluruh alam. Islam datang membawa peradaban, mengajarkan kepedulian, rasa syukur, dan kebaikan kepada sesama,” ujar Muharlion di hadapan jamaah Subuh.
Usai tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog reses. Dalam forum ini, masyarakat menyampaikan beragam persoalan mulai dari isu pengangguran, bantuan sosial, hingga infrastruktur lingkungan.
Warga mengeluhkan meningkatnya angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan sekolah dan perguruan tinggi yang kesulitan memperoleh pekerjaan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Muharlion menekankan pentingnya membuka lebih banyak lapangan kerja serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia juga menyoroti persoalan warga penerima manfaat PKH dan BPJS Kesehatan gratis yang tidak lagi menerima bantuan karena dalam Kartu Keluarga (KK) masih tercatat anak yang sudah bekerja.
“Solusinya, anak-anak yang sudah bekerja tapi masih satu KK dengan orang tua bisa segera dipisahkan. Itu akan memudahkan proses validasi data dan tidak mempengaruhi bantuan untuk orangtua yang masih layak menerima,” jelasnya.
Muharlion turut menekankan pentingnya pemutakhiran data dalam sistem DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) agar penyaluran program bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran.
Selain itu, warga juga mengusulkan agar jalan lingkungan menuju Masjid Al Manar dapat segera dibeton demi kenyamanan jamaah dan akses yang lebih baik. Aspirasi ini langsung ditampung untuk dibahas bersama dinas terkait pada pembahasan anggaran berikutnya.
Persoalan lain yang mencuat adalah mengenai pasien BPJS Kesehatan yang tidak mampu membayar iuran. Muharlion menegaskan bahwa pemerintah tetap hadir membantu warga.
“Silakan datang ke RSUD. Jangan takut berobat. Kami akan bantu carikan solusi agar pelayanan tetap diberikan,” tegasnya.
Warga juga menyampaikan usulan tambahan bantuan usaha dari Baznas Kota Padang guna mendukung penguatan ekonomi masyarakat kurang mampu dan UMKM. Muharlion menyambut baik usulan tersebut serta berjanji akan berkoordinasi dengan Baznas maupun instansi terkait.
Kegiatan reses yang dikemas dalam Subuh Mubarokah ini turut dihadiri oleh Sekretaris Camat Kototangah, Bambang Suprianto, Lurah Dadok Tunggul Hitam, Buderi Himra, serta tokoh masyarakat setempat.
Melalui kegiatan ini, Muharlion menegaskan komitmennya untuk terus mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta memperkuat peran DPRD sebagai jembatan antara rakyat dengan pemerintah. (yud)
Editor : Adetio Purtama