Pantauan Padang Ekspres Minggu (21/9) menunjukkan kerusakan parah, tumpukan sampah, serta keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang menghalangi akses pejalan kaki.
Kerusakan trotoar terlihat jelas di beberapa titik. Lubang menganga, retakan, serta material yang berserakan membuat jalur ini sulit dilalui. Kondisi diperparah dengan tumpukan sampah plastik dan sisa makanan yang menimbulkan bau tidak sedap.
Seorang pejalan kaki, Riki Fernando menyampaikan rasa kecewa sekaligus khawatir terhadap kondisi tersebut. “Kami sebagai pejalan kaki merasa tidak nyaman dan terancam dengan kondisi trotoar ini. Terpaksa berjalan di badan jalan yang ramai,” ujarnya.
Riki menambahkan, dirinya sering kali terpaksa berjalan di badan jalan karena trotoar tidak dapat dilalui. “Ini sangat berbahaya, apalagi saat jam sibuk. Kendaraan lalu lalang dengan kecepatan tinggi, sementara kami harus berjalan di pinggir jalan. Saya berharap pemerintah kota segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kondisi trotoar ini,” tegasnya.
Keluhan serupa datang dari Firdaus, pejalan kaki lainnya. Ia mengaku prihatin melihat kondisi trotoar di kawasan tersebut. “Saya sering melihat orang tua dan anak-anak kesulitan berjalan di trotoar ini. Selain rusak, trotoar juga licin saat hujan. Saya berharap pemerintah kota bisa lebih memperhatikan fasilitas publik seperti ini,” tuturnya.
Selain persoalan kerusakan, Firdaus menilai rendahnya kesadaran masyarakat turut memperparah keadaan. “Saya sering melihat orang membuang sampah sembarangan di trotoar. Padahal, sudah ada tempat sampah yang disediakan. Mungkin perlu ada sosialisasi yang lebih intensif tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.
Menurut Firdaus, trotoar di Jalan Khatib Sulaiman bahkan sudah hampir ambruk di beberapa bagian. Ia khawatir jika kondisi tersebut dibiarkan, pejalan kaki bisa terperosok ke dalam lubang aliran air yang tertutup kerusakan trotoar.
“Saya sering melihat orang tua dan anak-anak kesulitan melewati trotoar ini. Pemerintah kota harus lebih memperhatikan fasilitas publik,” ucapnya.
Ia juga menyoroti keberadaan PKL yang menggunakan badan trotoar untuk berjualan. Kondisi tersebut memaksa pejalan kaki turun ke badan jalan yang padat kendaraan.
“Ini jelas berbahaya. Pemerintah kota harus melakukan pengawasan lebih ketat dan melakukan pemeliharaan rutin agar trotoar tetap berfungsi dengan baik,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Padang Ekspres telah mencoba mengonfirmasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang terkait kerusakan trotoar tersebut. Namun, belum memberikan keterangan resmi. (cr1)
Editor : Adetio Purtama