Kegiatan perdana ini dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, yang menyampaikan bahwa Subuh Mubarakah menjadi langkah awal penerapan program Smart Surau yang sebelumnya dicanangkan oleh Wali Kota Padang Fadly Amran pada 26 Juli 2025. Kegiatan diikuti siswa kelas 4-6 SD dan kelas 1-3 SMP.
“Setelah kita evaluasi, memang masih ada beberapa kekurangan, terutama dalam penggunaan aplikasi dan barcode untuk pencatatan kehadiran. Semua akan terus kita perbaiki agar aplikasi ini benar-benar siap dan berjalan baik,” jelas Maigus Nasir.
Menurutnya, lebih dari 80 ribu anak di seluruh Kota Padang mengikuti kegiatan Subuh Mubarakah. Peserta tersebut terdiri dari siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di lebih dari 1.100 masjid dan mushalla.
“Kami mengajak seluruh guru, ustad-ustazah di TPQ/TQA, MDTA/MDTW, serta pengurus masjid dan jamaah untuk mendukung penuh program ini. Kita berharap kegiatan shalat Subuh berjamaah bagi anak-anak ini mendapat dukungan semua pihak,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Maigus Nasir juga menyoroti persoalan sosial yang tengah dihadapi generasi muda di Kota Padang.
Berdasarkan data, terdapat 7.178 anak yang berhenti sekolah, dan sekitar 56 persen di antaranya disebabkan oleh pergaulan serta pengaruh negatif lingkungan.
“Kalau ini dibiarkan, bisa jadi Kota Padang akan mengalami darurat kenakalan anak. Karena itu, melalui program ini kita ingin menguatkan iman dan membentengi mereka sejak dini. Allah telah berfirman, sesungguhnya shalat mencegah perbuatan keji dan munkar,” tutupnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto