Kunjungan itu dilakukan bersama tokoh masyarakat, ninik mamak, serta tokoh pemuda setempat, untuk melihat secara langsung kondisi wilayah yang dinilai sudah lama tidak tersentuh pembangunan, baik dari sisi infrastruktur jalan maupun jaringan listrik.
Oesman Ayub menyebutkan, peninjauan ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat dan ninik mamak setempat yang telah lama menyampaikan keluhan terkait keterisolasian kawasan tersebut.
“Sudah puluhan tahun kampung ini belum dialiri listrik. Bahkan sebagian warga terpaksa merentang kabel listrik sepanjang 600 meter dari pinggir jalan menuju rumah mereka melewati sawah dan ladang, dengan tiang penyangga dari bambu,” ujar Oesman.
Menurut Oesman, akses jalan di kawasan Kelok Kuranji juga masih berupa tanah dan belum dibetonisasi, meski masyarakat telah menghibahkan lahan untuk pembangunannya.
Ia menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan, mengingat kawasan tersebut masih termasuk wilayah administratif Kota Padang.
“Jalan dari Kelok Kuranji menuju Pasar Lalang ini kalau dibenahi, manfaatnya besar sekali bagi masyarakat. Kawasan ini juga berpotensi dijadikan objek wisata alam dan olahraga, di samping mempermudah masyarakat mengangkut hasil pertanian,” ungkapnya.
Oesman menjelaskan, masyarakat dan ninik mamak setempat sudah mewakafkan lahan untuk pembangunan jalan, namun hingga kini realisasinya belum berjalan.
“Ini kan masih wilayah Kota Padang, tapi seperti terabaikan. Contohnya, satu tiang listrik pun belum ada masuk ke sini,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, pihaknya bersama masyarakat memprioritaskan pembangunan akses jalan dan jaringan listrik. Menurutnya, saat ini sudah terpasang sekitar 50 tiang listrik, sementara untuk jalan, lahan seluas dua hektare sudah disiapkan, dan jika masih kurang, warga bersedia menambah lagi dua hektare.
“Tahap pertama, kita sudah pasang sekitar 50 tiang listrik. Untuk jalan, lahan seluas dua hektare sudah disiapkan. Bahkan masyarakat siap menambah dua hektare lagi jika diperlukan. Ini luar biasa,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa rencana pembangunan tersebut telah dibicarakan dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang. Pihaknya menargetkan agar tahap awal bisa dimulai dengan pengerasan jalan terlebih dahulu sebelum dilakukan betonisasi dan pembangunan jembatan kecil.
“Intinya, akses jalan akan kita bentuk dulu. Dilakukan pengerasan terlebih dahulu, baru kemudian dibetonisasi, termasuk pembuatan jembatan kecil,” tambah Oesman.
Selain infrastruktur dasar, masyarakat setempat juga berencana mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah itu. Ninik mamak bahkan telah menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah, dan siap menambah area untuk pendirian Sekolah Menengah Pertama (SMP) di masa mendatang.
“Ninik mamak sudah menyiapkan lahan untuk SMK, bahkan bersedia menyediakan lahan tambahan jika dibutuhkan untuk SMP nanti. Ini semangat luar biasa dari masyarakat,” kata Oesman.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi arahan Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang mendorong seluruh pejabat dan anggota DPRD untuk berinovasi dalam mendorong pembangunan di daerah.
“Inovasi itu artinya melihat dan berbuat nyata. Hari ini kami membuktikan inovasi itu dengan turun langsung ke lapangan, melihat kondisi di sini. Tidak ada satu pun tiang listrik, ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Ia juga berharap Wali Kota dapat meninjau langsung kawasan tersebut agar melihat langsung semangat masyarakat yang telah menyiapkan lahan untuk kepentingan bersama.
“Kami berterima kasih kepada Wali Kota Padang, Bapak Fadly Amran. Melalui momentum ini, kami berharap beliau bisa turun langsung melihat kondisi pinggiran Kota Padang, agar mengetahui bahwa masyarakat dan ninik mamak di sini sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah,” tambahnya.
Sementara itu, Jaslin, mamak kapalo waris penghibah tanah dari Suku Koto, mengonfirmasi bahwa lahan untuk pembangunan SMK sudah siap dan bersertifikat.
“Alhamdulillah, lokasi SMK sudah bersertifikat. Kami juga siap menghibahkan 1,5 hektare lagi untuk pembangunan SMP. Harapan kami, desa ini jangan lagi tertinggal,” ujar Jaslin.
Ia berharap Pemerintah Kota Padang segera menindaklanjuti aspirasi tersebut. “Seperti disampaikan Pak Osman Ayub, masa Kota Padang kondisinya seperti ini? Kami mohon agar pembangunan segera dilakukan dan jangan lagi terabaikan,” katanya.
Tokoh masyarakat Kamaruddin, didampingi tokoh pemuda Jafri, juga mengucapkan terima kasih kepada Osman Ayub yang telah menampung dan memperjuangkan aspirasi warga tanpa membeda-bedakan wilayah pemilihannya.
“Pertama, beliau sudah memfasilitasi pemasangan tiang listrik. Kedua, ada rencana pengerasan jalan sepanjang sekitar 2,5 kilometer yang nantinya akan dibetonisasi. Kami sangat berterima kasih kepada beliau yang telah memperhatikan wilayah ini. Beliau sosok wakil rakyat yang patut jadi teladan,” ujar Kamaruddin.
Kamaruddin menambahkan, masyarakat berharap rencana pembangunan ini bisa segera diwujudkan demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan warga setempat.
“Kami berharap dengan niat tulus dan rencana perbaikan jalan ini, bisa membawa kecerahan bagi ekonomi masyarakat serta kemajuan daerah kami sendiri,” pungkasnya. (yud)
Editor : Adetio Purtama