Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kebersihan, kesehatan, serta kenyamanan lingkungan pendidikan di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Padang.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengatakan pihaknya akan terus mendukung dan mengawasi pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai target.
Dalam rapat Komisi IV DPRD bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, saat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026, ia mengajak seluruh elemen, baik pemerintah daerah, perusahaan daerah, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk berpartisipasi aktif melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Program seribu toilet ini merupakan program mulia dari Wali Kota Fadly Amran. Kami mendorong semua pihak, terutama PT Semen Padang, agar turut berkontribusi melalui CSR-nya,” ujar Muharlion.
Ia menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program tersebut, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah. DPRD, kata Muharlion, telah mengusulkan agar PT Semen Padang menambah alokasi dana CSR guna mempercepat pembangunan sarana sanitasi sekolah di Padang.
“Kami ingin Semen Padang tidak hanya mendukung pembangunan infrastruktur umum, tetapi juga ikut berperan dalam meningkatkan kualitas lingkungan belajar anak-anak kita,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, pihak PT Semen Padang menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan Pemko Padang, baik dalam penyediaan semen bagi pembangunan fasilitas publik maupun dukungan terhadap sektor pendidikan. DPRD berharap komitmen itu segera diwujudkan dalam langkah konkret agar target pembangunan seribu toilet dapat tercapai sesuai rencana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dsidikbud) Kota Padang, Yopi Krislova, menjelaskan bahwa pelaksanaan program masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, dari total kebutuhan, masih terdapat lebih dari 500 toilet SD dan 80 toilet SMP yang belum terbangun.
“Setiap sekolah sebenarnya sudah memiliki toilet, tapi tidak sebanding dengan jumlah siswa. Idealnya satu toilet untuk 25 siswa, namun faktanya masih banyak yang belum memenuhi standar tersebut,” ungkap Yopi.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Disdikbud bersama DPRD Kota Padang berencana menjalin kerja sama lintas BUMN dan lembaga usaha melalui forum CSR yang akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesadaran perusahaan terhadap pentingnya sanitasi di lingkungan pendidikan.
Senada dengan hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Buya Iskandar, menegaskan bahwa kebutuhan toilet sekolah di Padang sudah tergolong mendesak.
Berdasarkan hasil pendataan gabungan Disdik dan DPRD, total kebutuhan mencapai 636 unit toilet baru serta 700 unit lainnya yang membutuhkan rehabilitasi. “Toilet bukan sekadar fasilitas pendukung, tetapi bagian dari kenyamanan dan kesehatan anak-anak di sekolah,” ujarnya.
Buya Iskandar memastikan DPRD akan terus mengawal pelaksanaan program ini hingga tuntas. “Kami siap menjembatani komunikasi dengan Gubernur Sumbar, BUMN, dan pihak swasta agar bantuan CSR bisa segera terealisasi. Harapan kita, pada 2026 nanti seluruh sekolah di Padang sudah memiliki toilet bersih dan layak,” tutupnya. (yud)
Editor : Adetio Purtama