Pertemuan tersebut menjadi wadah silaturahmi antara Pemerintah Kota (Pemko) Padang dan tokoh ormas lintas agama untuk memperkuat nilai moral dan spiritual di kalangan generasi muda.
Maigus Nasir menegaskan bahwa pembinaan karakter generasi muda merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau lembaga pendidikan formal.
“Generasi muda adalah masa depan kota ini. Mereka harus dibekali nilai keagamaan, etika, dan karakter yang kuat, apapun latar belakang agamanya,” ujar Maigus Nasir.
Ia juga mendorong ormas keagamaan untuk mengembangkan pendekatan pembinaan yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, dengan memanfaatkan teknologi, ruang komunitas, serta media digital.
“Kita perlu menyusun program pembinaan yang lebih kreatif agar anak-anak muda merasa dekat dan mau terlibat,” katanya.
Selain itu, Maigus Nasir mengingatkan pentingnya ruang dialog lintas agama untuk menumbuhkan toleransi dan saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.
Menurutnya, kesadaran terhadap perbedaan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang matang secara moral dan bijak bersosial.
Ia menambahkan, Pemko Padang akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan tokoh lintas agama, guna memperkuat gerakan pembinaan generasi muda secara berkelanjutan.
“Kolaborasi ini penting agar program pembinaan yang dilakukan berjalan searah, saling menguatkan, dan memberikan dampak jangka panjang,” jelasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua FKUB Kota Padang Salmadanis, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Edy Oktafiandi, Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Padang Damanik, Kepala Bagian Kesra Jasman, serta perwakilan dari berbagai ormas lintas agama di Kota Padang.(*)
Editor : Heri Sugiarto