Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena bendungan tersebut menjadi sumber utama irigasi pertanian dan perikanan warga setempat.
Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sepanjang Oktober 2025 cuaca di wilayah Sumatera Barat didominasi kondisi cerah hingga berawan dengan curah hujan sangat rendah.
Minimnya hujan menyebabkan pasokan air dari hulu berkurang dan mempercepat penyusutan volume air bendungan.
Bendungan Batang Kuranji berperan penting mengairi ribuan hektare sawah di kawasan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh.
Selain itu, air dari bendungan juga dimanfaatkan untuk kolam ikan masyarakat. Kini, sawah dan kolam warga mulai terancam kekeringan.
Salah seorang warga Lambung Bukit, Sepria Arizal Dasman (45), menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi bendungan yang hampir kering.
“Kalau hujan tidak segera turun, sawah kami terancam gagal panen,” ujarnya, Senin (3/11/ 2025).
Upaya swadaya masyarakat untuk mengurangi pendangkalan bendungan juga telah dilakukan, termasuk pengerukan material oleh warga sekitar.
Namun, menurut Jeri (30), pekerja penambang batu dan pasir di kawasan bendungan, langkah tersebut belum cukup.
“Kemarau kali ini panjang sekali. Walaupun sudah kami bantu keruk, air tetap saja surut,” katanya.
Pemerintah Kota Padang diharapkan segera melakukan langkah mitigasi dan menyiapkan bantuan irigasi darurat untuk mengantisipasi ancaman gagal panen di kawasan Pauh dan sekitarnya.
Warga kini hanya bisa berharap hujan segera turun agar aktivitas pertanian dan perikanan dapat kembali berjalan normal.(CR3)
Editor : Hendra Efison