Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kisah Sukses Mahasiswa Peternakan Unand: Belajar jadi Pengusaha dari Kandang Ayam

Muhammad Reza Bayu Permana • Kamis, 6 November 2025 | 11:17 WIB

Seorang mahasiswa Peternakan Unand membersihkan kandang ayam Edu Farm Unand, Limaumanis, kemarin.
Seorang mahasiswa Peternakan Unand membersihkan kandang ayam Edu Farm Unand, Limaumanis, kemarin.
Siapa bilang mahasiswa hanya bisa belajar di ruang kelas? Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) membuktikan bahwa ilmu di bangku kuliah dapat berkembang menjadi usaha nyata yang berdaya saing tinggi. Melalui Program Kewirausahaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mereka sukses mengembangkan unit usaha budidaya ayam petelur mandiri yang kini mencetak rekor produksi di kompleks Edu Farm Unand, Limaumanis. Seperti apa kisahnya?

Muhammad Reza Bayu, Limaumanis—

Kisah sukses ini bermula dari langkah sederhana namun visioner, yakni pengajuan proposal kewirausahaan yang kemudian mendapatkan hibah sebanyak 500 ekor ayam petelur sebagai modal awal.

Dari situ, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam tim MBKM memulai perjalanan mereka sebagai wirausahawan muda di bidang peternakan.

Seluruh kegiatan budidaya dilakukan di bawah naungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peternakan Unand, namun pengelolaan harian sepenuhnya ditangani oleh mahasiswa.

Mereka bertanggung jawab atas segala proses, mulai dari pakan, kebersihan kandang, perawatan ayam, hingga pencatatan hasil produksi.

“Dulu kami mulai dengan proposal dan 500 ekor ayam hibah. Intinya, MBKM ini benar-benar jembatan untuk menjadi pengusaha,” ujar Bintang Aulia Rahman, mahasiswa Peternakan Angkatan 2020 yang kini menjadi alumni sekaligus pengelola utama unit usaha ini, saat ditemui di kompleks Edu Farm, Rabu (5/11).

Dengan kedisiplinan dan penerapan manajemen modern, hasil yang dicapai jauh melampaui ekspektasi. Dari modal hibah tersebut, usaha budidaya ayam petelur ini kini telah mencapai kemandirian finansial penuh.

Keuntungan yang diperoleh bukan hanya menutupi seluruh biaya operasional, tetapi juga mampu menggaji para mahasiswa pengelola serta mendanai ekspansi usaha dengan menambah produksi bibit hingga 500 ekor ayam tambahan.

Namun capaian terbesar mereka bukan hanya pada sisi finansial, melainkan rekor produksi ayam petelur yang mencengangkan.

“Biasanya masa puncak produksi ayam hanya berkisar 4 sampai 7 bulan dengan tingkat keberhasilan 90%. Nah, berkat manajemen yang kami terapkan di sini, kami berhasil mendapatkan puncak produksi selama 13 bulan, dan dua bulan di antaranya tingkat produksi mencapai 98%,” jelas Bintang dengan bangga.

Hasil produksi yang stabil dan efisien ini menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa Unand mengombinasikan ilmu akademik dengan praktik industri. Tim menerapkan prinsip biosecurity ketat, penyesuaian suhu dan pakan, serta sistem rotasi kandang berbasis efisiensi energi.

Keberlanjutan juga menjadi nilai penting dari proyek ini. Kotoran ayam tidak dibuang sembarangan, tetapi diolah menjadi pupuk organik yang kemudian disalurkan ke sektor pertanian sekitar kampus. Dengan demikian, seluruh proses produksi berjalan secara sirkular dan ramah lingkungan.

Meski mencatat prestasi membanggakan, tim mahasiswa ini mengakui masih menghadapi tantangan pada sektor distribusi. Hingga kini, pendistribusian telur hasil produksi baru mencakup lingkup internal kampus.

“Pendistribusian telur saat ini hampir mencakup seluruh UMKM di lingkungan Unand. Keterbatasan produksi dan tingginya permintaan membuat kami belum bisa mencakup ke luar wilayah Unand. Kami fokus pada stabilitas mutu internal kampus dulu, seiring dengan target peningkatan kapasitas,” pungkas Bintang.

Bagi Bintang dan rekan-rekannya, usaha ini bukan sekadar proyek kampus, tetapi laboratorium hidup yang mengajarkan bagaimana teori peternakan dapat diterapkan dalam realitas ekonomi. Mereka belajar mengelola risiko, mengatur sumber daya, dan berinovasi dalam sistem produksi, semua dalam satu wadah yang memadukan akademik dan kewirausahaan.

Kini, tim pengelola sedang menyiapkan rencana ekspansi jangka menengah, termasuk pembangunan kandang modern dengan kapasitas lebih besar dan sistem pencatatan digital berbasis Internet of Things (IoT).

Bintang berharap, keberhasilan mereka dapat menginspirasi mahasiswa lain agar berani mencoba hal baru dan tidak takut gagal.

“Kalau mau jadi wirausahawan, jangan nunggu lulus dulu. Mulai aja dulu dari apa yang bisa kita lakukan. Kampus sudah kasih peluang lewat MBKM. Tinggal kita yang harus berani ambil kesempatan,” ujarnya menutup perbincangan. (cr2)

Editor : Adetio Purtama
#peternakan unand #pengusaha #mahasiswa #kandang ayam #belajar #kisah sukses