Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Simulasi Tsunami di Padang Libatkan Ribuan Warga dan Pelajar, Wali Kota Fadly Pimpin Langsung Evakuasi

Fadli Zikri • Kamis, 6 November 2025 | 12:28 WIB

RATUSAN warga terlihat memadati area tempat evakuasi sementara yang disiapkan di halaman Hotel Santika.
RATUSAN warga terlihat memadati area tempat evakuasi sementara yang disiapkan di halaman Hotel Santika.

PADEK.JAWAPOS.COM-Gempa berkekuatan besar melanda Kota Padang, sekitar pukul 10.00 WIB, kemarin (5/11). Berpusat di Mentawai dengan kedalaman 12 Km. Sirene peringatan dini tsunami pun meraung-raung di sejumlah sudut kota. 

WALI Kota Padang Fadly Amran yang tengah berada di rumah dinasnya, langsung mengontak Pusdalops BPBD Padang. “Pusdalops, di sini Wali Kota Padang, mohon diinfokan update kejadian gempa barusan.”

Komunikasi melalui handy talky itu langsung dijawab Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Padang Albana. Ia menyampaikan, gempa yang terjadi cukup kencang dan hingga saat itu masih menunggu update peringatan dini pertama dari BMKG.

“Lapor Bapak Wali Kota, dari info gempa real time yang kita terima, telah terjadi gempa bumi dengan magnitude 8,8 lokasi 3.51 LS, 100.32 BT, (87 KM Tenggara Kepulauan Mentawai Sumbar) dengan kedalaman 12 kilometer, kita masih menunggu update peringatan dini pertama dari BMKG. Mohon arahan Pak, terima kasih,” ujarnya.

Wali Kota pun meminta Pusdalops tetap memantau dan selalu update kondisi terkini. Melaporkan informasi per-dua menit.
Empat menit kemudian Pusdalops melakukan mengatifkan sirene peringatan dini tsunami.

“Izin Pak Wali Kota, kami barusan melakukan aktivasi sirene peringatan dini tsunami dan masih berlangsung. Sirene akan kami hidupkan selama satu menit. Mohon arahan selanjutnya, terima kasih,” ujar Albana.

“Lanjutkan Pusdalops. Selalu pantau dan mohon update informasi terkini per dua menit,” jawab Fadly Amran.

Setelah berkomunisai, Wako Fadly Amran bersama unsur Forkopimda dan lainnya langsung melakukan evakuasi diri ke tempat evakuasi sementara di Hotel Santika.

Di sana, sudah ada ratusan warga dari kawasan sekitar yang juga tengah melakukan evakuasi. Selanjutnya, Fadly Amran melakukan komunikasi dengan Wakil Wali Kota (Wawako) Padang Maigus Nasir yang tengah berada di di SMPN 25 Padang.

Selain itu, Wako juga berkomunikasi dengan sejumlah kepala OPD, lurah dan camat menanyakan kondisi di wilayahnya masing-masing.
Begitulah, sepenggal kondisi Tsunami Drill yang digelar Pemko Padang kemarin.

Kegiatan ini merupakan simulasi dalam menghadapi tsunami yang merupakan potensi bencana terbesar di Kota Padang.

Kata Fadly, kegiatan ini sangat penting untuk menyatukan langkah dan mempersiapkan seluruh komponen agar nantinya siap dalam menghadapi bencana besar.

“Simulasi ini bukan hanya seremonial, tapi bagian dari edukasi dan kesiapsiagaan yang harus kita tanamkan secara terus-menerus,” tegasnya.

Ia berharap dengan simulasi ini dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengenali tanda gempa berpotensi tsunami, evakuasi mandiri, arahan evakuasi dalam upaya penyelamatan diri.

“Kita berharap dari simulasi ini semua pihak dapat lebih siap menghadapi bencana secara teknis. Lebih baik kita siap tanpa bencana dari pada bencana datang kita tidak siap,” tuturnya.

Murid SD Antusias

Tsunami Driil kemarin juga diikuti ratusan murid SDN 11 Belakangtangsi. Mereka antusias melakukan mitigasi serta simulasi penyelamatan tsunami tersebut.

“Setelah sirine peringatan gempa pertama terdengar, semua siswa langsung berkumpul di lapangan sekolah sebagai tempat evakuasi sementara,” kata Kepala SDN 11 Padang Sulistiani. 

Ia menceritakan, setelah sirine kedua terdengar dan muncul peringatan dini tsunami, maka para siswa langsung diarahkan ke bangunan tinggi terdekat. Bangunan tinggi yang menjadi tujuan penyelamatan adalah Fase VII yang berlokasi di kawasan Pasar Raya Padang.

“Para siswa langsung berlari menuju ke bangunan Fase VII Pasar Raya Padang, jarak tempuh tadi sekitar dua puluh menit,” jelasnya.

Sulistiani berharap simulasi yang telah diikuti oleh para siswa itu menjadi bagi mereka ketika menghadapi situasi bencana.

“Kita memang tidak menginginkan bencana terjadi, tapi ketika bencana itu terjadi diharapkan siswa sudah siap dengan edukasi serta pengetahuannya,” jelasnya.

Kegiatan mitigasi serta simulasi yang dilakukan siswa itu berkolaborasi dengan personel Polresta Padang serta relawan bencana. Kepolisian tampak mengatur rute serta jalur evakuasi, dan menuntun mereka menuju ke bangunan Fase VII.

Ia mengatakan kegiatan edukasi serta sosialisasi terus dilakukan oleh SDN 11 Padang secara rutin satu kali dalam tiga bulan. Salah satu siswa yang mengikuti kegiatan yaitu Alzam dari kelas 6 B, mengaku mendapatkan pelajaran.

“Saat bencana terjadi yang pertama dilakukan adalah tidak boleh cemas dan tidak boleh panik, setelah itu lari untuk mencari tempat evakuasi,” jelasnya.

Ratusan pelajar Sekolah Dasar (SD) Plus Lillah Padang juga mengikuti kegiatan yang sama. Simulasi berawal ketika pelajar mengikuti proses belajar mengajar.

Tiba-tiga terjadi gempa, para pelajar harus meneyelamatkan dirinya dengan bersembunyi di bawah meja. Kemudian mereka dibawa dan berkumpul di lapangan terbuka di sekolah.

“Ketika peringatan aba-aba sirine kedua, kalau kekuatan gempanya 8 koma ke atas itu informasinya tsunami. Setelah di lapangan mereka menuju titik kumpul atau titik evakuasi yang didampingi oleh wali kelas masing-masing,” ujar Kepala Sekolah Plus Lillah Padang Priscilia Arzein. 

Pelajar yang berkumpul di lapangan terbuka tersebut bergerak menuju shelter yang jaraknya beberapa ratus meter dari sekolah mereka. Shelter tersebut berada di lantai tiga Kampus ATI Padang.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padangpanjang Suaidi Ahadi mengatakan, waktu yang dibutuhkan masyarakat untuk evakuasi di wilayah pesisir Sumbar ini sekitar 20–30 menit (golden time). Sedangkan masyarakat di Kepulauan Mentawai hanya sekitar 10 menit.

“Latihan ini penting untuk melatih kesiapsiagaan dan kecepatan respons masyarakat, baik dalam mengenali gejala alam, memahami sistem peringatan dini, maupun melakukan evakuasi mandiri. Di samping itu, juga untuk menyiapkan generasi kita agar lebih pintar, cerdas dan selalu siap siaga,” pungkasnya. (eri/cr6/ant)

Editor : Novitri Selvia
#Tsunami drill padang #fadly amran #pemko padang #BPBD Padang #simulasi tsunami Padang