Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Fadly Amran Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Padang Tembus 7% pada 2029

Heri Sugiarto • Kamis, 6 November 2025 | 17:35 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan arah kebijakan ekonomi berbasis data saat Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Hotel Santika Premiere Padang, Kamis (6/11/2025).(Foto: Prokopim)
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan arah kebijakan ekonomi berbasis data saat Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Hotel Santika Premiere Padang, Kamis (6/11/2025).(Foto: Prokopim)
PADEK.JAWAPOS.COM-Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai dasar utama penyusunan kebijakan dan arah pembangunan daerah.

Fadly menilai, data yang valid dan akurat menjadi kunci pengambilan keputusan strategis untuk mendorong kemajuan Kota Padang.

Hal tersebut disampaikan Fadly Amran saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Sosialisasi SE2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang di Hotel Santika Premiere Padang, Kamis (6/11/2025).

“RPJP Kota Padang sudah menetapkan visi sebagai kota perdagangan dan jasa dalam 25 tahun ke depan. Namun, visi tersebut harus dilengkapi dengan analisis dan algoritma penghitungan yang mempertimbangkan potensi nyata di lapangan. Karena itu, sinergi dan kolaborasi dengan BPS sangat penting,” ujar Fadly.

Fadly mengungkapkan, berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Kota Padang tahun 2024 mencapai 4,65 persen, tertinggi di Sumatera Barat meski masih di bawah rata-rata nasional. Target pertumbuhan ekonomi tahun 2025 ditetapkan 4,16 persen, dan pada 2029 diharapkan mencapai 7,09 persen.

Ia menegaskan, Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting bagi kebijakan, investasi, dan pembangunan perekonomian daerah ke depan.
“Semua rencana besar harus dimulai dengan data. Tanpa data, kita hanya menebak-nebak. Dengan data, kita membangun masa depan Kota Padang yang lebih kuat,” tegasnya.

Fadly juga mengajak seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan SE 2026. Menurutnya, tanpa data yang akurat dan kerja sama profesional, sensus tidak akan menghasilkan informasi fundamental yang dibutuhkan bagi kebijakan pembangunan nasional.

“Saya meminta kepada Bapak-Ibu semua untuk benar-benar melaksanakan sosialisasi ini, dan memastikan pelaksanaannya di lapangan berjalan dengan baik. Kita perlu memahami data dengan tepat agar bisa memetakan potensi ekonomi Kota Padang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Padang Dessi Febriyanti menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.

Setelah sukses dilakukan pada tahun 1986, 1996, 2006, dan 2016, tahun 2026 akan menjadi momentum pelaksanaan SE ke-5.

Dessi menyebutkan, pelaksanaan SE 2026 akan mencakup seluruh lapangan usaha, kecuali sektor pertanian, administrasi pemerintahan, dan aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja.

Di Kota Padang, pendataan akan dilakukan pada berbagai sektor usaha untuk memperoleh informasi rinci mengenai identitas usaha, pemanfaatan teknologi digital, serta kontribusi terhadap ekonomi lingkungan.

“Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi daerah dan mendukung program unggulan Pemko Padang seperti Padang Rancak, Jelajah Padang, dan UMKM Naik Kelas, yang berfokus pada transformasi ekonomi lokal dan penguatan UMKM,” ujar Dessi.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#fadly amran #pertumbuhan ekonomi #pemko padang #Sensus Ekonomi 2026 #umkm #bps