Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas di Pasar Raya Padang Fluktuatif, Pedagang dan Pembeli Masih Wait and See

Randi Zulfahli • Jumat, 7 November 2025 | 10:55 WIB

Pedagang toko emas di Pasar Raya Padang sedang menyusun emas perhiasan, Kamis (6/11).
Pedagang toko emas di Pasar Raya Padang sedang menyusun emas perhiasan, Kamis (6/11).
PADEK.JAWAPOS.COM—Harga emas perhiasan di Pasar Raya Padang, mengalami penurunan signifikan dalam seminggu terakhir.

Pantauan Padang Ekspres di sejumlah toko emas di Pasar Raya Padang pada Kamis (6/11), harga emas kini berada di level Rp 5,3 juta per emas atau setara dengan Rp 2,12 juta per gram.

Pemilik Toko Emas Melati Indah, Rico Fernanda, mengungkapkan bahwa harga yang berlaku saat ini sudah mencakup biaya pembuatan atau upah.

“Di tempat kami, harga emas ditetapkan Rp 5,3 juta atau per gramnya Rp 2.120.000. Harga itu sudah termasuk upah,” ujarnya kepada Padang Ekspres, kemarin.

Menurut Rico, penurunan harga emas perhiasan ini mulai terjadi sekitar satu minggu belakangan. Sebelumnya, harga per emas sempat menyentuh titik tertinggi di kisaran Rp 5,6 juta hingga Rp 5,8 juta.

“Selama kurang lebih seminggu ini, harga emas berangsur turun hingga mencapai Rp 5,3 juta. Penurunannya terjadi setiap hari sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu,” jelasnya.

Penurunan harga emas di pasar tradisional ini dipicu oleh dinamika harga emas dunia yang tengah mengalami ketidakpastian. Gejolak pasar global yang tidak stabil menjadi faktor utama di balik merosotnya nilai logam mulia tersebut.

Berbagai kondisi global seperti situasi ekonomi, dinamika geopolitik, krisis perang, maupun ancaman resesi ekonomi turut mempengaruhi pergerakan harga emas dunia yang kemudian berdampak pada pasar domestik.

Meskipun harga emas mengalami penurunan, aktivitas jual beli di sejumlah toko emas di Kota Padang masih menunjukkan stabilitas. Rico menyebutkan bahwa daya beli masyarakat tidak mengalami penurunan drastis. “Kalau jual beli masih stabil, bisa dikatakan 50-50 lah. Ada yang jual, ada juga yang beli,” ungkapnya.

Di toko yang dikelolanya, konsumen yang datang untuk menjual dan membeli emas masih terlihat berimbang. “Dilihat dari aktivitas transaksi, daya beli di pasaran tidak lemah,” tambah Rico.

Ia mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan pembelian emas di tengah penurunan harga ini, karena diprediksi harga akan kembali naik di masa mendatang.

Namun, Rico mengakui bahwa pembeli masih menunjukkan sikap wait and see atau menunggu kepastian harga. “Sekarang pembeli masih ragu. Harga belum stabil, jadi mereka menunggu. Mau beli takut turun lagi, mau jual juga takut nanti harga naik,” paparnya.

Selain faktor ketidakpastian harga dunia, para pedagang juga memperkirakan bahwa daya beli masyarakat menjelang akhir tahun turut mempengaruhi dinamika transaksi.

Kondisi serupa juga disampaikan oleh sejumlah pedagang emas lainnya di kawasan Pasar Raya Padang. Karyawan Toko Mas Singgalang Indah, Feri, menyebutkan bahwa toko tempatnya bekerja menjual emas dengan harga Rp 5,25 juta per emas. “Harga tersebut sudah dipatok sejak hari Senin (3/11),” katanya.

Feri menambahkan bahwa saat ini masih banyak konsumen yang datang untuk menjual emas, sementara pembeli datang sekali waktu. “Untuk yang membeli masih satu-satu,” ujarnya.

Beberapa pedagang lainnya di kawasan yang sama menyampaikan harapan agar harga emas dapat segera kembali stabil sehingga roda perdagangan menjelang akhir tahun dapat bergairah kembali.

Sementara itu, pedagang emas di Pasar Raya Padang masih menunggu kepastian arah pergerakan harga dari pasar global yang disebut cenderung fluktuatif dalam beberapa bulan terakhir. (cc1)

Editor : Adetio Purtama
#harga emas #pasar raya padang #Fluktuatif #pembeli #pedagang